PENGETAHUAN UMUM

2 Jenis Kerangka Konsep Penelitian (Kuantitatif dan Kualitatif)

Biasanya, kerangka konsep penelitian dibuat berbentuk proposal dan memiliki sistematika atau format khusus yang sudah disesuaikan dengan rancangan sebuah penelitian sosial. Ada 2 jenis kerangka penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Tahukah kamu apa perbedaan antara keduanya?

Di sini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap mengenai kerangka penelitian, baik kerangka penelitian kualitatif maupun kerangka penelitian kuantitatif. Selain pengertiannya, kamu juga akan menemukan informasi lain, seperti contoh kerangka penelitian dan bagaimana cara membuatnya.

Pengertian Kerangka Konsep Penelitian

Pengertian Kerangka Konsep Penelitian
Source: Pixabay

Dalam sebuah penelitian, kerangka merupakan kumpulan dari beberapa konsep yang disusun dengan sistematis, sehingga tujuan dari penelitian bisa dilakukan dengan baik. Konsep atau kerangka ini dibuat sebelum penelitian mulai dilakukan.

Konsep atau kerangka penelitian akan menghubungkan visualisasi antara satu variabel dengan variabel yang lainnya. Hal ini membuat penelitian menjadi lebih sistematis serta bisa diterima dengan baik oleh seluruh pihak yang terkait.

Baca juga: 6 Unsur Utama Kerangka Konseptual Akuntansi (agar sukses dalam Pelaporan Keuangan)

Manfaat Kerangka Konsep dalam Penelitian

Manfaat Kerangka Konsep dalam Penelitian
Source: Pixabay

Kerangka penelitian membawa beberapa manfaat bagi peneliti itu sendiri. Manfaat apa saja yang akan kamu dapatkan dengan membuat kerangka penelitian, sebelum kamu memulai penelitian apapun? Di bawah ini adalah 2 dari banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan kerangka penelitian:

  • Kerangka penelitian akan memfokuskan minatmu ke bentuk yang lebih layak untuk diuji serta akan mempermudah kamu dalam menyusun hipotesis.
  • Konsep penelitian juga akan mempermudah dalam mengidentifikasi fungsi variabel dalam penelitian, baik variabel kontrol atau kendali, variabel tergantung, variabel bebas, variabel moderator, maupun variabel yang lainnya.

Karena peranannya yang sangat penting dalam membantu berlangsungnya penelitian dengan lancar, kamu wajib membuat kerangka penelitian. Jenis penelitian apa sih yang akan kamu lakukan? Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif merupakan dua jenis penelitian yang sangat berbeda.

Jenis Kerangka Konsep Penelitian

Jenis Kerangka Konsep Penelitian
Source: Pixabay

Pertama-tama, kamu perlu mempelajari perbedaan kedua jenis penelitian tersebut, untuk bisa membuat kerangka konsep penelitian dengan tepat dan benar. Perhatikan penjelasan mengenai penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif berikut ini:

1. Kerangka Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya berbeda dari penelitian kualitatif. Karakteristik dari penelitian kuantitatif antara lain adalah:

  • Instrumen dalam pengumpulan data yang berupa kolom pengamatan, kuesioner, serta tes tertulis. Data yang kemudian terkumpul beserta instrumen penelitian yang sudah dipersiapkan sebelumnya merupakan data dan instrumen yang sudah baku.
  • Data bisa diukur dan diobservasi dengan memanfaatkan proses Matematika, yaitu prosedur statistik yang akan membantu memberikan informasi untuk digunakan dalam hipotesis penelitian atau menjawab pertanyaan.
  • Desain atau rancangan penelitian digunakan untuk melaksanakan penelitian, mulai dari mengumpulkan data hingga menganalisis serta melaporkan hasil dari suatu penelitian.
  • Menggunakan subjek atau anggota sampel yang banyak. Semakin banyak anggota sampelnya akan semakin kuat penelitian dan keabsahan generalisasinya.

2. Konsep Penelitian Kualitatif

Perhatikan karakteristik penelitian kualitatif berikut ini yang membuatnya berbeda dari penelitian kuantitatif:

  • Sumber data yang digunakan merupakan setting alamiah yang berarti ketika suatu data didapatkan, peneliti wajib mengetahui dari mana data tersebut berasal dan peristiwa apakah yang membuat data tersebut muncul.
  • Peneliti itu sendiri merupakan instrumen penelitian. Hal ini terjadi karena fokus penelitian, data yang didapatkan, serta desain penelitian bisa disesuaikan seiring dengan kenyataan yang ada di lapangan.
  • Peneliti akan lebih mengutamakan proses dibandingkan dengan hasil penelitian. Sebagai contoh, jika penelitian yang dilakukan adalah pola asuh sepasang orang tua, maka peneliti akan mengamati perilaku orang tua selama berinteraksi setiap harinya.
  • Peneliti dari kerangka konsep penelitian akan menganalisa data secara induktif bukan untuk menguji sebuah hipotesis, tapi bertujuan untuk melaksanakan abstraksi yang didasarkan pada keterangan atau fakta yang telah terkumpul.
  • Peneliti melakukan penelitian lapangan secara langsung untuk mendatangi atau menjumpai subjek secara fisik baik seseorang, masyarakat, maupun institusi, sehingga bisa melakukan observasi terhadap fenomena yang sedang diteliti secara langsung.

Contoh Kerangka Konsep Penelitian

Contoh Kerangka Konsep Penelitian
Source: Pixabay

Setelah memahami perbedaan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Kamu mungkin perlu melihat contoh kerangka penelitiannya, sehingga bisa lebih memahami perbedaan antara keduanya. Jangan khawatir, berikut telah disediakan contoh kerangka kedua penelitian tersebut:

1. Contoh Struktur Konsep Penelitian Kuantitatif

Bab I merupakan Pendahuluan yang berisi keempat keterangan sebagai berikut:

  • Latar Belakang Suatu Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Dilaksanakannya Penelitian
  • Manfaat Adanya Penelitian

Bab II berupa Kajian Pustaka yang berisi keempat keterangan berikut ini:

  • Kajian Teori
  • Penelitian yang Relevan
  • Kerangka Berpikir
  • Hipotesis

Bab III adalah Metode Penelitian yang memuat semua informasi yang mencakup:

  • Tempat serta Waktu Diadakannya Penelitian
  • Desain atau Rancangan Penelitian
  • Sampel dan Populasi
  • Teknik yang dilakukan dalam Pengambilan Sampel
  • Pengumpulan Data
  • Teknik yang digunakan dalam Analisis Data
  • Pengujian Hipotesis

2. Contoh Struktur Kerangka Konsep Penelitian Kualitatif

Bab I berisi Pendahuluan yang menyampaikan informasi berupa:

  • Latar Belakang Suatu Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Dilangsungkannya Penelitian
  • Manfaat Adanya Penelitian

Bab II adalah Kajian Pustaka yang menyediakan keterangan berupa:

  • Kajian Teori
  • Penelitian yang Relevan
  • Kerangka Berpikir

Bab III merupakan Metode Penelitian yang mencakup berbagai informasi seperti:

  • Tempat serta Waktu Dilakukannya Penelitian
  • Jenis Penelitian yang Dilakukan
  • Sumber Data
  • Teknik yang diterapkan dalam pengumpulan data
  • Teknik yang dijalankan dalam analisis data

Bisakah kamu melihat perbedaan di antara kedua konsep penelitian di atas? Salah satu perbedaannya adalah pengujian hipotesis yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif, tetapi tidak diperlukan dalam penelitian kualitatif. Pastikan kamu membuat kerangka sesuai dengan jenis penelitian yang kamu pilih, ya.

Baca Juga: 10 Contoh Lengkap Konsep Dasar Geografi yang Mudah Dipahami

Teknik atau Cara Membuat Kerangka Konsep Penelitian

teknik kerangka konsep penelitian
Source: Pixabay

Ada dua teknik yang digunakan dalam pembuatan kerangka atau konsep penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Teknik tersebut yaitu pengumpulan data atau pengumpulan sampel serta analisis data. Apa maksud dari kedua teknik tersebut?

·   Pengumpulan Data

Teknik ini menjelaskan berbagai cara yang peneliti lakukan sewaktu mengumpulkan berbagai data di lapangan. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif tidak sama, lho. Penelitian kualitatif memanfaatkan teknik wawancara dan observasi atau pengamatan.

Sedangkan teknik yang digunakan oleh peneliti kuantitatif dalam mengumpulkan data merupakan kuesioner atau angket serta pengukuran objek.

·  Analisis Data

Teknik berikutnya akan menguraikan proses dan cara pengolahan data. Pada penelitian kuantitatif, teknik yang digunakan adalah proses editing yang dilanjutkan dengan coding serta tabulating.

Sedangkan pada penelitian kualitatif, peneliti akan melakukan pengumpulan data yang dilanjutkan dengan reduksi data, kemudian penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Sungguh berbeda, bukan?

Penelitian jenis apakah yang akan kamu lakukan? Pastikan kamu mengerti perbedaan kedua jenis kerangka penelitian di atas dan mempersiapkan kerangka konsep penelitian yang sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan nanti, ya.

Hal ini akan mempermudah kamu untuk berfokus melakukan penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif. Setelahnya kamu harus menyampaikan hasil berupa laporan penelitian yang bisa dipahami dengan mudah oleh semua orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: