contoh laporan hasil observasi
PENGETAHUAN UMUM

5 Langkah Terbaik Menyusun Contoh Laporan Hasil Observasi

Penelitian biasanya diikuti dengan penyampaian laporan yang berisi hasil dari observasi yang dilakukan oleh peneliti. Kalau ini kali pertama kamu membuat laporan hasil observasi, kamu perlu melihat beberapa contoh laporan hasil observasi dan berpatokan pada contoh untuk membuat laporanmu.

Tapi ada juga banyak hal yang lebih baik kamu pelajari terlebih dahulu sebelum membuat laporan hasil pengamatan misalnya tujuan dibuatnya laporan, fungsi dari laporan hasil pengamatan, serta struktur teks yang perlu diperhatikan dalam pembuatan laporan hasil observasi.

Pengertian Contoh Laporan Hasil Observasi Adalah

Pengertian Contoh Laporan Hasil Observasi Adalah
Source: Google

Laporan hasil pengamatan merupakan sebuah teks yang menyediakan informasi mengenai sesuatu yang didasarkan pada fakta yang diperoleh dari sebuah pengamatan atau observasi secara langsung. Informasi yang disediakan bisa meliputi keadaan lingkungan, peristiwa, sosial, dan topik lainnya.

Teks laporan tersebut harus bersifat objektif, komunikatif, serta informatif. Maksudnya adalah isi dari laporan harus menyediakan informasi yang bisa dipahami semua pihak dengan mudah. Informasi yang diperoleh harus sesuai dengan fakta dan bisa dibuktikan kebenarannya.

Beberapa ciri dari laporan hasil pengamatan yang baik adalah seperti ini:

  • Ditulis dengan lengkap.
  • Bersifat universal, global, serta objektif.
  • Didasarkan pada fakta yang sesuai dengan observasi yang sudah dilakukan.
  • Objek yang dibahas atau dibicarakan merupakan suatu objek tunggal.
  • Informasi dalam teks laporan adalah hasil dari penelitian terbaru dan bisa dipastikan atau dibuktikan kebenarannya.
  • Tidak mengandung dugaan atau prasangka yang tidak tepat atau menyimpang.
  • Tidak memiliki penutup yang dibuat sendiri oleh penulis karena pengamat hanya boleh melaporkan semua yang dilihat berdasarkan observasi dan hasil analisis.
  • Disajikan dengan baik, menarik, berbobot dan dengan susunan yang logis.

Sewaktu mengamati berbagai contoh laporan hasil observasi, pastikan kamu menemukan semua ciri yang disebutkan di atas ya. Kalau suatu laporan hasil pengamatan nggak menunjukkan ciri-ciri di atas, cari contoh laporan lain yang lebih baik untuk dipelajari.

Baca Juga: 4 Jenis Penyajian Data dalam Bentuk Tabel Lengkap dengan contohnya

Manfaat Contoh Laporan Hasil Observasi Singkat

Manfaat Contoh Laporan Hasil Observasi Singkat
Source: Pixabay

Teks laporan yang dibuat setelah melakukan observasi memiliki tujuan utama untuk menyediakan informasi yang sesuai dengan fakta lapangan serta secara objektif, sesuai dengan observasi yang sudah dilakukan. Selain itu, ada pula beberapa manfaat lain dari laporan hasil pengamatan:

  • Berguna sebagai bahan untuk penelitian dan membantu mengatasi sebuah persoalan.
  • Membantu menemukan cara atau teknik baru.
  • Mengambil keputusan yang jauh lebih efektif.
  • Melakukan perbaikan dan pengawasan.
  • Mengetahui perkembangan dari sebuah permasalahan.
  • Menjelaskan keputusan atau pemecahan masalah dan menjelaskan suatu dasar untuk penyusunan kebijaksanaan.

Jika suatu hasil pengamatan dilaporkan dengan baik dalam sebuah teks, akan ada banyak manfaat yang bisa dirasakan. Jadi pastikan kamu mengikuti struktur yang tepat dalam pembuatan laporan hasil pengamatan ya.

Contoh Laporan Hasil Observasi Beserta Strukturnya

Contoh Laporan Hasil Observasi Beserta Strukturnya
Source: Unsplash

Ada 3 unsur yang wajib kamu ikuti sewaktu membuat laporan hasil pengamatan atau observasi. Apa sajakah itu?

  • Pernyataan umum yang berisi pembukaan atau informasi umum tentang pengamatan yang akan kamu sampaikan. Bagian pernyataan umum biasanya mengandung objek yang akan kamu teliti dan menjelaskan garis besar objek tersebut.
  • Deskripsi bagian biasanya memuat isi, pembahasan, rincian, serta penjelasan yang disampaikan dengan lebih mendetail.
  • Deskripsi manfaat yang memuat manfaat atau fungsi dari masing-masing objek yang kamu observasi untuk kehidupan sehari-hari atau untuk jangka panjang.

Contoh laporan hasil observasi yang baik akan mengikuti ketiga struktur utama laporan hasil pengamatan di atas. Sewaktu kamu membuat laporan milikmu sendiri pastikan kamu nggak melewatkan satupun struktur di atas ya.

Selain struktur, hal penting lain yang perlu kamu pahami sebelum membuat laporan hasil pengamatan adalah penggunaan bahasa atau tata bahasa. Karena laporan ini berkaitan dengan pengetahuan dan penelitian, kamu wajib menggunakan bahasa yang formal atau baku tapi tetap mudah dipahami.

Supaya lebih jelas, perhatikan contoh singkat teks laporan observasi yang telah kami lansir dari Pelajarin.com, berikut ini.

Kelinci merupakan binatang mamalia yang termasuk famili Leporidae. Hewan berbulu ini bisa dengan mudah ditemui di berbagai penjuru dunia. Pada mulanya, kelinci merupakan binatang liar yang hidup di Eropa hingga Afrika.

Hingga saat ini, kelinci terbagi dalam dua klasifikasi yang berbeda, yaitu kelinci peliharaan dan kelinci liar. Dilihat dari panjang bulunya pun kelinci terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu kelinci berbulu pendek serta kelinci berbulu panjang.

Sedangkan berdasarkan rasnya, kelinci dibagi lagi dalam berbagai jenis, yaitu angora, Lyon, English spot, American chinchilla, Dutch, dan Himalayan. Pengamatan kami menunjukkan bahwa kelinci Lyon merupakan hasil dari persilangan antara kelinci Anggora dengan kelinci jenis lain.

Penelitian menunjukkan bahwa olahan daging kelinci bisa dimanfaatkan sebagai obat alami untuk  menyembuhkan penyakit pernapasan, yaitu asma.

Gimana? Gampang kan bikin laporan penelitian? Ingat ya, jangan menggunakan bahasa yang santai dan nggak baku sewaktu membuat laporan hasil pengamatan.

Sewaktu mengamati berbagai contoh laporan hasil observasi, ambil pelajaran dari contoh yang menggunakan bahasa baku dan formal saja, abaikan penggunaan bahasa tidak baku.

Baca Juga: 4 Jenis Jenis dan 8 Manfaat Komunikasi di Kehidupan Sehari-Hari

Teknik Pembuatan Contoh Laporan Hasil Observasi dan Wawancara

Teknik Pembuatan Laporan Hasil Observasi dan Wawancara
Source: Pixabay

Untuk bisa membuat laporan hasil pengamatan yang baik, ada beberapa langkah penting yang harus kamu lakukan. Perhatikan dan ikuti langkah-langkah di bawah ini agar kamu bisa membuat laporan hasil pengamatan dengan baik:

  • Menentukan objek untuk diobservasi

Sewaktu memilih objek untuk diamati, kamu juga harus memilih metode penelitian yang akan kamu gunakan. Tentukan topik dan berfokus pada topik itu. Misalnya kalau kamu mau mengamati pendidikan usia dini, tentukan metode pengamatan baik itu survei maupun eksperimen.

  • Menyusun jadwal

Tentukan jadwal untuk melakukan pengamatan dan tetap berpatokan pada jadwal. Biasanya pengamatan tidak cukup dilakukan satu kali saja, jadi pastikan kamu menambahkan jadwal cadangan untuk berjaga-jaga seandainya terjadi halangan dan observasi jadi tertunda.

  • Mempersiapkan poin pengamatan

Sebelum melakukan observasi atau pengamatan terhadap suatu objek, kamu perlu mempersiapkan poin-poin penting tentang apa saja yang akan kamu amati. Atau kalau metode yang kamu pilih adalah survei dengan wawancara, siapkan pertanyaan wawancara dengan baik.

  • Mencatat hasil pengamatan

Sewaktu mencatat hasil pengamatan atau wawancara, pastikan kamu memperhatikan struktur, ketepatan isi laporan, serta penggunaan bahasa seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Mengambil video dan foto pengamatan merupakan poin tambahan yang bisa kamu lakukan.

  • Meneliti lagi hasil laporan

Setelah membuat laporan hasil pengamatan, jangan langsung menyampaikannya ke pihak lain. Pastikan kamu teliti lagi hasil penulisan laporan tersebut. Pastikan tidak ada salah penulisan dan kalimat yang terasa janggal sewaktu dibaca atau disuarakan.

Kalau ada kesalahan sekecil apapun dalam laporan tersebut, segera perbaiki. Laporan penelitian bukan tugas siswa yang bisa ditoleransi kesalahannya. Kalau kamu bisa membuat laporan yang sempurna tanpa cacat, kamu tentu akan mendapatkan poin lebih.

Saat ini ada banyak sekali contoh laporan hasil observasi yang bisa kamu temukan di perpustakaan dan internet. Sayangnya, banyak orang yang hanya menyalin laporan yang sudah ada dan bukannya membuat laporan sendiri. Selalu utamakan kejujuran dan buatlah laporan mu sebaik mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: