Jenis Jenis Lampu

Jenis Jenis Lampu – Cahaya merupakan satu hal yang sangat urgent dan sangat penting dalam kehidupan manusia, dengan cahaya kita bisa melakukan aktifitas di kegelapan.

Para ilmuan yang menemukan lampu tentunya sangat berjasa besar, lampu yang awalnya cuma pancaran cahaya yang kecil berwarna kuning kemerahan. Hingga sekarang kita bisa lihat berbagai macam lampu warna-warni dengan berbagai bentuk yang memiliki kegunaannya masing-masing.

Ada sebuah filosofi lampu “Lampu adalah sumber cahaya buatan yang memiliki daya tarik saat kegelapan, bukan sesuatu yang keajaiban tapi itulah buktinya”

Lampu juga sering dimaknai dengan makna spiritual yang mana keberadaan lampu adalah untuk selalu mendekatkan kepada kekuasaan yang abadi yaitu sang pencipta manusia, sumber kebaikan, jalan yang benar, dan yang menjauhkan dari kegelapan yaitu sesuatu yang diartikan sebagai hal yang menyesatkan.

6 Jenis Lampu Yang Digunakan Sehari-hari

Jenis lampu apa saja yang sudah kita temui di kehidupan sehari-hari Lampu LED, Lampu Neon/Pendar, Lampu Pijar/Bohlam. Sebenarnya masih ada jenis lampu lain, berikut ada 6 jenis lampu yang akan kita bahas, diantaranya:

1. Lampu LED

Jenis Jenis Lampu
Source: Google

Lampu led merupakan lampu yang diklaim paling hemat dibandingkan dengan lampu lainnya. LED merupakan singkatan dari light emiting diodes atau pancaran cahaya diode yang disusun hingga menjadi sebuah lampu.

Usia pakainya juga lebih lama dan juga efisien dibandingkan lampu pijar atau lampu neon. Lampu ini membutuhkan energi yang rendah yaitu 10% dari energi lampu pujar / lampu bohlam. Tidak seperti lampu noen yang mana ia akan mengurangi usia pakai jika sering menyalakan dan mematikan lampu.

Selain itu panas yang dihasilkan lampu ini sangat kecil sehingga menghasilkan cahaya yang terang sepenuhnya tanpa adanya waktu pemanasan (warm up). Meskipun harganya lebih mahal tapi kinerja dan keunggulan patut kita gunakan. Selengkapnya…

2. Lampu Neon

lampu neon
Source: Google

Lampu neon atau disebut juga neon glow lamp adalah jenis miniatur lampu pelepasan gas (gas discharge lamp). Bagian lampu ini terdiri dari kapsul kaca kecil dengan isian neon dan gas lain dengan tekanan tendah dan dua elektroda (anoda & katoda).

Lampu neon juga menghasilkan gelombang UV dari penguapan merkuri sehingga menyebabkan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata.

Neon lebih banyak digunakan untuk pabrik, toko, supermarket, atau kepentingan komersial lainnya, karena terang yang dihasilkan mengandung merkuri yang bisa merusak mata dan kulit.

Lampu ini pertama kali ditemukan oleh William Ramsay dan Morris W. Travers pada tahun 1898, yang menjadi ciri khas lampu ini adalah warna merah yang cemerlang.

Lampu neon mengalami banyak perubahan mulai dari penggunaaan nitrogen pada pelepasan listrik, tabung neon yang tertutup rapat, desain yang lebih minimalis, hingga warna-warna yang dihasilkan.

Lampu neon banyak digunakan sebagai indikator untuk panel instrumen dan peralatan rumah hingga pada tahun 1970 lampu ini mulai mengalami penurunan karena adanya lampu LED yang sudah melakukan komersialisasi.

Sebenarnya lampu neon sendiri termasuk kedalam lampu pijar namun karena bagian dan juga bahan yang digunakan berbeda, lampu ini termasuk jenis yang berbeda.

Ada juga jenis Lampu Neon Kompak CFL (Compact Fluorescent Ligths) yang memiliki ukuran, bentuk, dan pencahayaan yang hampir sama dengan lampu pijar neon.

Jenis lampu neon ini yang biasa kita lihat dan digunakan di ruangan, merkuri yang dihasilkan juga lebih sedikit dari lampu neon lain. Lampu ini bisa bartahan hingga tujuh kali lebih lama dibandingkan dengan lampu pijar dengan tenaga elektrik bukan panas.

Karena lampu CFL ini masih menganduk merkuri, maka penggunaanya harus dibatasi.

lamu CFL dan lampu Neon biasanya disebut juga dengan lampu Pendar.

Baca Juga: 8 Jenis Tata letak / Layout Pada Keyboard

3. Lampu Pijar atau Bohlam

lampu pijar
Source: Google

Lampu pijar atau lampu bohlam merupakan generasi pertama dari lampu-lampu yang ada sekarang ini. Lampu pijar/bohlam bisa menghasilkan cahaya karena adanya pemanasan pada kawat tungsten yang tipis.

Pada bohlam terdiri dari kawat tungsten yang tipis dan gas nitrogen, semakin tinggi voltasenya maka panas yang dihasilkan juga akan tinggi.

Sejarah lampu pijar sudah ada sejak abad XIX awal yang ditemukan oleh Alessandro Volta dengan kawat tungsennya. Teorinya Sir Humphry Davy pada tahun 1820 yang menunjukan bahwa arus listrik bisa memanaskan logam tipis dan menghasilkan cahaya.

4. Lampu Halogen

jenis lampu holagen
Source: Google

Lampu halogen adalah jenis lampu dengan energi listrik yang dibuat dengan campuran gas mulia dan gas halogen yang mengisi bagian dalam tabung lampu.

Bagian lampu terdiri dari tabung, dan filamen yang terbuat dari tungsten / wolfram (sama seperti lampu pijar) dan bahan lain seperti bromin dan iodin yang membungkus tungsen sebagai penyokong.

Selain itu biasanya lampu ini memiliki reflektor yang berfungsi sebagai penguat cahaya yang dihasilkan.

Ada juga jenis lampu Hybrid Halogen CFL yaitu lampu kombinasi dari tiga lampu diantaranya Halogen, CFL, dan lampu pijar. Ukuran dari lampu ini kecil seperti lampu pijar, namun menghasilkan cahaya yang lebih terang dan tahan lama.

Lampu halogen juga sering kita dapati pada kendaraan motor ataupun mobil.

5. Lampu HID (High Intensity Discharge)

lampu lapangan menggunakan lampu HID
Source: Google

Lampi HID (high intensity discharge) adalah jenis lampu yang memiliki pancaran cahaya yang paling terang dibandingkan yang lain. Namun kemurangan dari lampu ini adalah cahaya yang dipancarkan mengandung radiasi UV yang cukup besar yang dapat merusak mata dan kulit, sehingga membutuhkan filter untuk menguranginya.

Daya tahan lampu HID bisa mencapai 20.000 jam, dan biasanya digunakan untuk area yang luas seperti daerah terpencil, stadion sepak bola, lapangan, dan area luas lainnya.

Kegunaan kecil lampu ini adalah untuk penerangan/lampu pada kendaraan seperti mobil, atau motor, dan biasanya lampu HID pada kendaraan merupakan lampu tambahan pengganti lampu pabirkan. Biasanya kendaraan yang menggunakan lampu ini adalah kendaraan trail baik itu motor atau mobil.

Harga dari lampu ini sangat mahal dibandingkan dengan lampu jenis lain.

6. Lampu Uap Natrium

jenis jenis lampu - lampu uap natrium
Source: Google

Lampu uap natrium adalah jenis lampu yang memiliki tekanan yang rendah dan tekanan tinggi, lampu ini perlu dipanaskan selama waktu yang ditentukan hingga akhirnya akan menghasilkan cahaya yang terang.

Lampu natrium tekanan rendah (LPS) menghasilkan cahaya yang yang luas sehingga biasa digunakan di jalan raya, tempat parkir, dan lainnya. Selain itu intensitas cahaya lampu ini tidak berkurak seiring dengan berjalannya waktu.

Ada juga lampu natrium dengan tekanan tinggi (HPS) dengan kandungan unsur tambahan seperti raksa. Cahaya yang dihasilkan berwarna orange kemerahjambuan, ada juga yang menghasilkan warna putih kebiruan.

Lampu ini banyak digunakan untuk penyinaran tanaman dalam ruangan karena spektrum suhu dan warna yang dihasilkan lebih efisiensi dan relatif tinggi.

Pada pertimbangan polusi cahaya lampu natrium tekanan rendah sangat lebih baik, yang mana memancarkan cahaya pada satu jalur spektrum dominan sehingga mudah ditapis seperti halnya pada ruangan observatorium.

Baca Juga: Cara Menghindari Kejahatan Cyber saat Bermain Game Online

Itulah beberapa jenis lampu yang bisa kami sampaikan, semoga ilmu yang ditulis disini bermanfaat untuk pengetahuan kalian tentang lampu. Terimakasih

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: