Kerangka Konseptual Akuntansi
PENGETAHUAN UMUM

6 Unsur Utama Kerangka Konseptual Akuntansi (agar sukses dalam Pelaporan Keuangan)

Kerangka konseptual akuntansi memiliki peranan yang sangat penting. Apa sih peranan kerangka ini? Apa saja ke-3 level kerangka konseptual? Tujuan apa saja yang dimiliki oleh kerangka konseptual ini? Sebelum mempelajari semuanya itu, kamu perlu tahu pengertian dari kerangka ini terlebih dahulu.

Beruntung, kamu ada di halaman yang tepat. Halaman ini akan menunjukkan berbagai informasi bermanfaat yang bisa kamu pelajari tentang kerangka konseptual dalam akuntansi, lho. Langsung saja perhatikan keterangan lengkapnya berikut ini:

Pengertian Kerangka Konseptual Akuntansi Adalah

kerangka akuntansi konseptual
Source: Pixabay

Kerangka konseptual yang dalam bahasa Inggris disebut dengan conceptual framework adalah sebuah sistem yang memiliki tujuan dan konsep dasar laporan keuangan. Tujuan utama kerangka ini adalah menyediakan suatu struktur untuk diterapkan di teori akuntansi.

Dasar dan tujuan-tujuan yang membentuk suatu sistem berupa kerangka konseptual saling berhubungan satu sama lain, dan bisa mengarah pada suatu standar yang bersifat konsisten. Kerangka konseptual terbagi menjadi:

1. Tujuan dari Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan wajib menyediakan informasi yang bermanfaat bagi kreditor dan investor maupun calon kreditor dan calon investor, sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang rasional dalam hal kredit dan investasi.

Informasi yang disediakan juga harus bisa membantu para kreditor dan investor dalam menilai waktu, jumlah, serta ketidakpastian dalam penerimaan kas. Baik dalam bentuk bunga maupun dividen serta kas dari penebusan, penjualan, atau pinjaman.

2. Karakteristik Kualitatif dari Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif terbagi menjadi dua karakteristik, yaitu primer dan sekunder. Karakteristik primer mencakup relevan yaitu mampu memberikan pengaruh dalam pembuatan keputusan ekonomi pengguna. Karakter primer juga harus bisa diandalkan dan nggak menyesatkan.

Sedangkan karakter sekunder dalam kerangka konseptual akuntansi berarti bisa dibandingkan, memiliki keseragaman, baik dalam hal metode yang sama untuk semua jenis transaksi maupun seragam. Tentunya dengan mempertimbangkan perbedaan situasi serta mempunyai konsistensi.

3. Elemen Penting dalam Laporan Keuangan

Laporan keuangan harus memiliki berbagai elemen yang terdiri dari:

  • Liabilitas
  • Asset
  • Ekuitas
  • Beban dan penghasilan

4. Asumsi Dasar

Merupakan sesuatu yang akan dianggap berlaku, meskipun kenyataannya bisa saja nggak berlaku.

5. Berbagai Prinsip

Dalam laporan keuangan ada banyak prinsip yang digunakan. Misalnya ada biaya historis atau historical cost, prinsip pengakuan pendapatan atau revenue recognition, pengaitan pendapatan dan beban atau matching cost against revenue, serta pengungkapan penuh atau full disclosure.

6. Keterbatasan

Juga terdapat beberapa keterbatasan dalam laporan keuangan yaitu dalam materialitas, keseimbangan antara manfaat dan biaya, praktek industri khusus, dan konservatif.

Setelah memahami pengertian dari kerangka konseptual, kamu juga perlu mengetahui manfaat apa saja yang dimiliki oleh kerangka konseptual, lho. Di bawah ini merupakan beberapa manfaat dari adanya kerangka konseptual dalam akuntansi.

Baca Juga: 10 Bagian Penting Kerangka Acuan Kerja (agar kegiatanmu Sukses)

Manfaat Kerangka Konseptual Akuntansi di Indonesia

Manfaat Kerangka Konseptual Akuntansi
Source: Pixabay

Sedikitnya ada 3 manfaat yang diberikan oleh kerangka konseptual dalam akuntansi. Selain ketiga manfaat tersebut sebenarnya masih ada banyak lagi kegunaan yang dimiliki oleh kerangka konseptual. Berikut manfaat dari adanya kerangka konseptual:

  • Mempermudah akuntan dalam memecahkan masalah, terutama yang berkaitan dengan praktek baru serta praktek-praktek yang mungkin membawa resiko yang tinggi.
  • Membantu para akuntan dalam memahami penggunaan dari laporan keuangan serta memunculkan rasa percaya kepada laporan keuangan yang ada tersebut.
  • Mendukung kemampuan untuk dibandingkan atau komparabilitas laporan keuangan di banyak perusahaan.
  • Membantu menentukan standar akuntansi serta tujuan dan konsep yang telah ditetapkan.

Teknik dan Fungsi Kerangka Konseptual Akuntansi

Teknik dan Fungsi Kerangka Konseptual Akuntansi
Source: Talenta

Siapa sih yang bisa memperoleh manfaat dari kerangka konseptual akuntansi? Setidaknya ada 4 golongan yang bisa memperoleh manfaat dari kerangka konseptual ini. Berikut ini adalah fungsi yang dimiliki oleh kerangka konseptual dalam akuntansi:

  • Sebagai acuan penting yang digunakan oleh komite penyusunan standar keuangan.
  • Sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan dan menanggulangi masalah keuangan yang masih belum diatur di dalam standar akuntansi keuangan.
  • Sebagai pedoman dalam memberikan pendapat, tentang apakah suatu laporan keuangan telah disusun dengan mengikuti prinsip akuntansi keuangan yang berlaku untuk umum. Biasanya dilakukan oleh para auditor.
  • Sebagai landasan dalam menafsirkan berbagai informasi yang disampaikan dalam suatu laporan keuangan dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi. Hal ini dilakukan oleh para pengguna laporan keuangan.

3 Jenis Level Kerangka Konseptual Akuntansi Keuangan

jenis level akuntansi konseptual
Source: Pixabay

Kerangka konseptual dalam akuntansi memiliki 3 tingkatan atau 3 level. Level yang pertama yaitu level teori tertinggi yang diikuti dengan tingkatan kedua atau tingkatan selanjutnya dan tingkatan terakhir yaitu tingkat operasional lebih rendah. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Level Pertama

Pada tingkatan pertama ini, kerangka konseptual akan menjelaskan tujuan dari pelaporan keuangan serta dimensi dari pelaporan keuangan atau financial reporting. Hal tersebut tentunya dengan cakupan yang tidak sama dengan laporan keuangan atau financial statement.

Tujuan yang dimiliki oleh financial reporting atau pelaporan keuangan tidak dibatasi oleh isi financial statement atau laporan keuangan, tetapi juga berbagai media pelaporan yang lainnya.

2. Level Kedua

Tingkatan yang selanjutnya akan mendefinisikan serta mengidentifikasikan informasi keuangan dan karakteristik kualitatifnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kriteria dasar yang digunakan dalam memilih alternatif pelaporan keuangan, metode akuntansi, serta persyaratan pengungkapan.

Dibutuhkan relevansi, keandalan, konsistensi, daya banding, pertimbangan manfaat dan biaya, dan materialitas di level kedua dari kerangka konseptual akuntansi ini.

3. Level Ketiga

Pada tingkatan ketiga inilah segala sesuatunya dijelaskan dengan rinci. Tingkatan ini memuat postulat akuntansi atau konsep dasar dan asumsi-asumsi, kesatuan usaha, kontinuitas usaha, penggunaan unit moneter, periode pelaporan, prinsip akuntansi, dan harga pertukaran.

Selain itu, tingkatan ini juga menyampaikan prinsip pendapatan, prinsip penanding, prinsip pengungkapan penuh, dan kendala yang mencakup hubungan biaya dan manfaat, materialitas, praktik industri, serta konservatisme.

Baca Juga: 2 Jenis Kerangka Konsep Penelitian (Kuantitatif dan Kualitatif)

Contoh Penggunaan Kerangka Konseptual Akuntansi Konvensional

Contoh Penggunaan Kerangka Konseptual Akuntansi Konvensional
Source: Unsplash

Kerangka konseptual akuntansi selanjutnya akan digunakan oleh berbagai pihak. Siapa saja pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap suatu laporan keuangan? Di bawah ini adalah contoh pihak-pihak yang memiliki hak untuk menggunakan laporan keuangan:

  • Masyarakat
  • Wakil rakyat, lembaga pemeriksa, lembaga pengawas
  • Pihak yang memiliki peran dalam proses pinjaman, investasi, serta donasi
  • Pemerintah
  • Pembayar pajak atau tax payers
  • Investor serta kreditor
  • Penyedia dana bantuan dan sumber daya atau resource providers
  • Pengguna jasa atau fee paying service recipients
  • Pemasok atau vendors
  • Pegawai atau karyawan
  • Dewan legislatif
  • Pemilih atau voters
  • Manajemen
  • Badan pengawas atau oversight bodies
  • Konstituen
  • Lembaga pemerintah atau governing bodies

Mengingat banyaknya pihak yang memiliki hak untuk mengetahui suatu laporan keuangan dalam pemerintahan dan sensitifnya bidang keuangan ini, kerangka konseptual akuntansi nggak bisa dibuat dengan asal atau sembarangan. Jadi, pastikan kamu benar-benar memahami pentingnya kerangka ini, ya.

Para pengguna laporan keuangan memiliki hak untuk mendapatkan informasi mengenai suatu permasalahan yang menjadi sebuah perdebatan publik dan hak untuk menyatakan aspirasi. Jika laporan keuangan tidak didasarkan pada kerangka konseptual yang bisa dipercaya, bayangkan kekacauan yang bisa ditimbulkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: