Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Ahlak Terhadap Diri Sendiri – Merupakan akhlak yang harus dimiliki bagi setiap muslimin yang taat akan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangan-Nya. Kita mengukur sejauh mana kita taat akan perintah dan larangannya, dan juga kedekatan kita kepada-Nya.

Akhlak terhadap diri sendiri merupakan suatu yang sangat penting dan baik bagi kita sendiri bahkan untuk orang sekitar. Ketika kita memiliki akhlak yang baik dan mulia maka akan menimbulkan manfaat bagi sekeliling kita,dan begitu juga sebaliknya.

Bukan hanya soal manfaat yang didapat  tapi seberapa dekat kita dengan Allah.

Untuk itu mari kita tumbuhkan Akhlaqul Karimah yang dapat menuntun kita masuk surganya Allah subhanahu wa ta’ala.

Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak untuk diri sendiri
Source : Pixabay

Sebelumnya kita ketahui dulu tentang pengertian Akhlak. Menurut bahasa kata ahklak [اخلاق] yang berarti Perangai, perilaku, atau budi pekerti. Sedangkan menurut etimologi ialah perilaku atau perangai yang tumbuh dalam diri manusia karena suatu tingkah laku atau ibadah.

Apabila tingkah lakunya baik maka akan tumbuh dalam dirinya akhlak yang baik dan mulia, begitu juga sebaliknya apabila tingkah lakunya buruk atau ibadahnya buruk maka akan tumbuh dalam dirinya akhlak yang jelek.

Akhlak yang baik terhadap diri sendiri merupakan akhlak yang penting dan akan membuat kita lebih dekat dengan sang pencipta dirinya yaitu Allah subhanahu wata’ala.

Kewajiban yang pertama terhadap sang pencipta yaitu Allah subhanahu wata’ala mempercayai, meyakini serta mengamalkan makna dari “Tiada Illah Yang Berhak Disembah Selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Utusan-Nya.

Dengan adanya kewajiban ini maka kewajiban terhadap dirinya sendiri harus ada demi keselamatan dirinya.

Setiap perilaku yang kita lakukan akan berpengaruh terhadap kewajiban kita terhadap Allah dan Rasulnya.
Apakah perilaku kita akan merusak kewajiban kita kepada Allah atau membuat kita jadi semakin diridhoi-Nya.

Dan Akhlak Yang Mulia Lebih Utama daripada Adab.

Macam-Macam Ahklak Terhadap Diri Sendiri

macam macam akhlak diri

Ada tiga aspek akhlak yang harus ada dalam diri kita diantaranya :

  • Akhlak terhadap jiwa atau Rohani kita.
  • Akhlak terhadap akal kita.
  • Akhlak terhadap jasmani atau tubuh kita.

baca tafsir tentang pernikahan di Pembahasan Surat Ar Rum Ayat 21.

Akhlak terhadap Jiwa atau Rohani Kita

Akhlak jiwa dan ruh kita terhadap diri sendiri
Source : Pixabay

Akhlak ini merupakan Akhlak yang sangat penting karena apabila seseorang tidak mempunyai rohani maka kewajiban dirinya terhadap Allah maka kehidupannya ibarat Jasad yang tidak ada ruhnya.

Adapun ciri-ciri orang yang memiliki akhlak terhadap jiwa atau rohaninya yaitu:

BERTOBAT

Senantiasa selalu menjauhkan diri dari dosa-dosa besar.Kita harus senantiasa bertobat terhadap dosa yang kita perbuat dengan meminta ampun kepada Allah dan kembali ke jalan-Nya dan memperbanyak ibadah kita.
Fitrah manusia adalah sebagai tempatnya salah dan hilaf, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman agar kita selalu bertaubat.
Akhlak terhadap diri sendiri“Wahai orang-orang yang beriman!! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Pada hari ketika Allah tidak  mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata. “Wahai Rabb kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh engkau maha kuasa atas segala sesuatu.” [At Tahrim ayat 8].

Dan diantara dosa-dosa besar yang harus kita jauhi diantaranya:

• Syirik ( menyekutukan Allah )
• Kufur
• Nifaq
• Riddah
• Fasik
• Berzina dan menuduh orang berzina
• Membunuh sesama
• Bersumpah palsu
• Berputus asa dari mendapat rahmat Allah
• Merasa aman dari ancaman Allah
• Durhaka kepada kedua orang tua
• Memakan Riba
• Lari dari medan pertempuran
• Memakan harta anak yatim

Dan dibahas dalam kitab Al Kabair (dosa besar) bahkan ada Dosa Besar Yang Dianggap Biasa.

MURAQABAH

Yaitu meyakini bahwasanya dirinya senantiasa selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan begitu kita akan selalu terjaga dalam melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah, bahkan dia berhati-hati dalam melakukan hal-hal yang sifatnya mubah.

BERMUHASABAH

Yaitu seseorang yang menghitung amalan di setiap hari-harinya dalam suatu waktu. Jika hari itu ia melakukan hal-hal yang buruk atau melakukan apa yang dilarang Allah, maka ia akan meminta ampun kepada Allah kemudian ia  menghukum dirinya dan berusaha memperbaikinya.

MUJAHADAH

Yaitu senantiasa berjuang, berusaha, bersungguh-sungguh, dan berperang melawan hawa nafsunya. Karena setiap hawa nafsu menjerumuskan pada yang melenakan, lalai, menghembuskan syahwat,dan kepada hal-hal yang buruk. Jika seorang muslim tahu akan bahayanya hawa nafsu maka ia akan menentang, dan menyatakan perang terhadapnya.

Berakhlak Terhadap Akal

Akhlak terhadap diri sendiri - akalnya
Source : pixabay
  1. Senantiasa Menuntut Ilmu,
    Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat sekaligus sebagai bentuk muslim yang berakhlak. Ia akan mencari ilmu yang baik untuk asupan akalnya.
    “Menuntut Ilmu itu merupakan kewajiban bagi setiap muslimin” [HR. Ibnu Majah].
    Seorang muslimin tidak hanya menganggap mencari ilmu adalah sebuah kewajiban belaka tapi ia juga terus menambah ilmunya. Setiap ilmu yang kita pelajari semakin banyak maka kita semakin Khasyah (Takut terhadap Allah dibarengi dengan ketaatan).
  2. Mengamalkan Ilmu yang telah didapat
    Setiap ilmu yang kita cari harus kita amalkan sebagaimana permisalan orang yang berilmu tapi ia tidak mengamalkannya seperti pohon yang tumbuh tapi tidak ada buahnya, semuanya akan sia-sia.
  3. Memiliki ilmu yang ia kuasai,
    menurut Dr. Muhammad Ali Al-Hasyim berkata hal-hal yang harus dikuasai pada diri seorang muslim ialah : Al Quran (yaitu bacaannya,tajwidnya,dan tafsirnya),  Ilmu hadits, sirah, dan sejarah para sahabat, fikih tentang permasalahan kehidupan dan lainnya.
    Sepesialis juga tidak hanya dalam bentuk ilmu syar’i tapi juga ilmu duniawi seperti : Ekonomi, Politik, Teknik,dan lain sebagainya. Semua ilmu itu akan berguna bagi islam karena kehidupan yang islami harus mecakup semua aspek.
  4. Mengajarkan Ilmunya kepada Orang Lain,

Berakhlak Terhadap Jasmani atau Badannya

Akhlak jasmani dan anggota badan
Source : Pixabay
  1. Senantiasa selalu menjaga kebersihan, menurut sunnah rasullulah yang telah di ajarkan kepada kita, dan selalu menjauhi hal-hal yang najis.
  2. Menjaga minum dan makan, senantiasa menjaga sesuatu yang masuk kedalam tubuh kita, dan menghindari makanan dan minuman yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya. Karena setiap makanan atau minuman yang haram merupakan penghalang terkabulnya doa.
  3. Senantiasa Selalu menjaga kesehatan
    Dengan jasmani yang sehat kita bisa beraktifitas dan menjalankan ibadah sehari-hari.
  4. Berpenampilan yang islami
    Kita harus berpakaian seperti yang dijelaskan oleh Allah dan Rasulnya tentang bagian tubuh kita yang merupakan aurat dan harus kita tutup.

Memelihara Ahklak Terhadap Diri Sendiri

Memelihara diri
Source : Pixabay

memelihara dan menumbuhkan Akhlak terhadap diri sendiri yaitu:

  • IstiqomahIstiqomah yaitu menapaki jalan yang lurus yaitu jalan islam yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, para sahabat, para tabiin, dan para tabiut tabiin. Dan tidak berbelok dari arah dari jalan yang lurus itu.
  • SyukurSikap yang menunjukan terhadap apa yang telah Allah berikan berupa kenikmatan kepada kita, dengan lisan atau perbuatan sebagai rasa kesadaran kita akan nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Dengan dzikir memujinya dan meningkatkan kedekatan kita kepada-Nya.
  • Tawadu’
    Tawadhu’ yaitu ia ridho apabila ia mempunyai kedudukan yang lebih rendah dari apa yang sepantasnya ia dapatkan. Tawdhu’ juga sikap pertengahan diantara sikap Sombong dan Melecehkan Diri.

    Ibnu Hajar mengatakan “ Tawadhu’ ialah menunjukan diri dengan sikap lebih rendah kepada orang yang mengagungkannya. Ada juga yang berkata sesungguhnya tawadhu’ ialah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” [Fathul_Bari 11/341]
  • Sabar
    Sabar ialah suatu sikap dimana seseorang menahan dirinya untuk mengendalikan nafsunya dari apa yang telah menimpanya, sabar bukan hanya ketika mendapatkan musibah, tapi sabar terhadap ketaatan, dan menjauhi larangan.
  • Amanah
    Dapat dipercaya, seseorang dapat dipercaya tergantung kadar imannya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda “Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak amanah (tidak dapat di percaya)…” (H.R Ahmad)
  • Shidiq
    Jujur atau benar, Seorang muslim harus benar dan jujur dalam segala hal baik itu hatinya, perkataannya, dan perbuatannya.
  • Iffah
    Menjaga dan memelihara diri dari hal-hal buruk yang membuat diri kita rendah, rusak, jatuh dan hina. Nilai dan wibawa seseorang dilihat dari diri yang senantiasa menjaga kehormatannya.
  • Pema’af
    Sikap yang suka memberi maaf kepada kesalahan orang lain dengan ikhlas tanpa rasa benci dan keinginan membalas kesalahannya, bahkan islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan, tanpa harus menunggu orang meminta maaf.
Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: