Alat Alat Laboratorium Kimia Beserta Fungsi Dan Penjelasannya

Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata kimia?? mungkin dari kita ada yang menjawab obat-obatan, atom, nuklir, senyawa, unsur, atau hal-hal yang berkaitan tentang benda-benda yang ada di bumi.

Semua itu memiliki kaitan dengan kimia salah satunya laboratorium, banyak sekali alat-alat yang ada di laboratorium kimia yang bisa membantu kita dalam belajar dan juga bereksperimen tentang kimia.

Di artikel ini saya akan membahas tentang alat-alat yang ada di laboratorium kimia, yang biasa digunakan oleh para pelajar baik itu SD, SMP, SMA, ataupun Mahasiswa.

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Alat-Alat Laboratorium Kimia dan Fungsinya

Sebenarnya macam-macam alat kimia yang ada di laboratorium memiliki beberapa kategori yaitu: alat glassware, alat titrasi, alat mikrobiologi, dan lainnya. Banyak sekali alat-alat kimia yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Berikut beberapa macam-macam alat kimia yang sering digunakan di laboratorium, diantaranya:

1. Tabung erlenmeyer

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Tabung erlenmeyer adalah gelas yang memiliki bentuk diameter besar dari bawah dan semakin ke atas ukuran diameternya semakin kecil. Dinding gelas tersebut juga diberi informasi tentang sekala ukuran dari 10 mL hingga 2L.

Fungsi dari tabung erlenmeyer sebagai berikut:

  1. wadah untuk menyimpan dan juga memanaskan larutan,
  2. Menampung filtrat dari hasil penyaringan,
  3. digunakan sebagai wadah untuk pengujian mikrobiologi,
  4. menampung larutan yang dititrasi pada proses titrasi.

Baca juga: 15+ Alat Alat Fitnes Untuk Latihan Kebugaranmu

2. Gelas beaker

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Gelas baker adalah gelas yang memiliki bentuk diameter yang sama antara bagian bawah dan atas, berbeda halnya dengan tabung erlenmeyer. Gelas ini tahan terhadap suhu panas hingga 200 oC, dan terbuat dari kaca borosilikat atau bisa juga terbuat dari plastik.

Sekala ukuran gelas mulai dari 50 mL, 100 mL, hingga 2L dan di tulus ukurnnya di dinding gelas tersebut.

Fungsi dari gelas beker diantarnya:

  1. sebagai wadah untuk bhn kimia yang bersifat korosif biasanya terbuat dari PTPE,
  2. mengukur volume yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi,
  3. sebagai tempat untuk menampung dan memanaskan cairan/zat kimia.

3. Gelas ukur (graduated/measuring cylinder)

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Google

graduated/measuring cylinder disebut juga gelas ukur yang digunakan untuk mengukur volume zat/cairan kimia. Gelas ini biasanya terbuat dari polypropylene atau polymethylpentene dengan ketahanan kimia yang sangat baik, transparan, ringan, namun lebih rapuh dari kaca.

Sekala ukuran gelas ini mulai dari 10mL hingga 2L, dan gelas ini tidak digunkan untuk media pemanasan, berbeda dengan gelas beker ataupun erlenmeyer.

Fungsi dari gelas ukur (graduated/measuring cylinder ) yaitu mengukur volume 10mL hingga 2L untuk segala benda baik itu berupa cairan atau pun zat padat, namun biasanya alat ini dikhususkan untuk zat kimia berupa cairan.

4. Pipet

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Pipet adalah alat laboratorium kimia yang memiliki ukuran yang kecil dan panjang seperti sedotan. Pada bagian ujung memiliki lubang dengan diameter yang lebih kecil dan meruncing, seperti gambar di atas.

Pipet ini memiliki beberapa jenis beserta fungsinya masing-masing:

  1. pipet (pipette, pipettor, chemical dropper) berfungsi untuk memindahkan cairan dengan berbagai tingkat presisi. Drop pipette memiliki sekala ukuran mulai dari 1 – 1000 μl dinamakan mikropipet sedangkan yang ukurannya besar dan lebih dari itu dinamakan makropipet.
  2. measuting pipette (pipet ukur) berfungsi untuk memindahkan cairan/larutan kimia dengan sekala ukuran yang dibedakan dengan warna.
      • kuning (volume 0,01 mL hingga 1 mL)
      • hitam (volume 0,02 mL hingga 2 mL)
      • merah (volume 0,05 mL hingga 5 mL)
      • orange (volume 0,1 mL hingga 10 mL)
      • putih (volume 0,02 mL hingga 25 mL)
  3. volume pipette (pipet volume) memiliki bentuk agak mengelembung di bagian tengah yang berfungsi untuk mengambil cairan/larutan sesuai keterangan pad label ukuran pipet. Pipet ini disebut jug pipet gondok.
  4. drop pipette (pipet tetes) berfungsi untuk memindahkan cairan ke wadah lain dengan jumlah yang kecil (tetesan).

Kamu harus tau juga nih tentang Macam Macam Alat Kesehatan Dalam Dunia Medis.

5. Labu ukur (volumetric flask)

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Google

labu ukur alat kimia yang terbuat dari bahan kaca yang digunakan untuk pembuatan dan pengenceran larutan, seraca langsung atau tidak langsung.

Alat ini juga tidak bisa digunakan untuk pemanasan, karena bisa mengakibatkan pemuaian. Sekala ukur yang dimiliki alat ini bervariasi mulai dari 5mL, 10mL, 25mL, hingga ukuran yang besar mencapi 2L dan 5L.

berikut fungsi labu ukur atau labu takar:

  1. untuk pengencerang larutan
  2. membuat larutan

6. Corong

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Google

corong adalah alat laboratorium yang sering digunakan dalam laboratorium, karena alat ini sebagai media untuk memindahkan cairal/larutan ke tempat lain. Corong laboratorium biasanya terbuat dari kaca dengan bagian mulut dan corongnya.

Diameter corong laboratorium bervariasi mulai dari 50, 75, 100, 150, hingga 120 mm dengan panjang yang disesuaikan setiap diameternya.

berikut jenis-jenis corong laboratorium dari bentuk dan fungsi kegunaannya:

  1. corong gelas (funnel conical) yaitu corong yang biasanya digunakan untuk proses penyaringan dengan tambahan kertas saring ditasnya. Bentuknya seperti corong pada umumnya dan bisa terbuat dari bahan kaca, karet atu plastik.
  2. corog bucher yaitu corong yang digunakan untuk memindahkan larutan untuk penyaringan, dan biasanya digunakan dengan alat bantu pompa vakum.
  3. corong pisah (saparatory funnel) yaitu corong yang digunakan untuk memisahkan dua cairan pada proses ekstraksi yang memiliki massa jenis yang berbeda. Jenis ini memiliki berbeda dengan jenis yang lainnya baik dalam bentuk dan juga fungsinya.

7. Buret

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Buret adalah alat labiratorium yang termasuk glassware yang memiliki sekala ukur dan juga keran pada bagian bawah. Alat ini digunakan untuk meneteskan cairan seperti pada proses titrasi dengan keakuratan yang tinggi hingga 0,05 cm³, lebih akurat dibandingkan pipet tetes.

Macam-macam buret berdasarkan ukurannya:

  1. buret mikro (volume 0,02 mL hingga 10 mL)
  2. buret semimikro (volume 0,05 mL hingga 25 mL)
  3. buret makro (volume 0,1 mL hingga 50 mL)

Jenis-jenis buret berdasarkan penggunaannya:

  1. buret asam
  2. buret basa
  3. buret amberglas
  4. buret universal

8. Tabung reaksi (test tube)

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Pixabay

Tabung reaksi adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas dan dilengkapi dengan menutupnya.

Fungsi tabung reaksi yaitu:

  1. sebagai wadah untuk mereaksikan dua bahan kimia atau lebih.
  2. untuk melakukan reaksi kimia dalam sekala yang kecil.
  3. sebagai media untuk memanaskan sempel atau cairan kimia.

9. Gelas arloji (watch glass)

Alat-Alat Laboratorium Kimia
Source: Google

gelas arloji adalah alat laboratorium yang memiliki bentuk bundar seperti piringan dengan beragam ukuran diameter dan fungsi.

fungsi dari gelas arloji (watch glass) diantaranya:

  1. sebagai wadah untuk menimbang zat kimia padat / bahan-bahan lain.
  2. sebagai penutup saat memanaskan sempel atau bahan kimia lain.
  3. sebagai wadah untuk mengeringkan bahan padatan dalam desikator.

10. Desikator

Source: Google

Desikator adalah alat labiratorium yang memiliki bentuk seperti panci yang lengkapi dengan penutup yang dilapisi vaseline sehingga sulit untuk dibuka. Desikator juga memiliki dua jenis yaitu desikator vakum dan desikator biasa.

Desikator vakum memiliki bagian penutup yang dilengkapi dengan katup yang dihubungkan pada selang pompa. Desikator juga juga dilengkapi dengan bahan pengering yaitu silika gel.

Fungsi desikator diantaranya:

  1. Wadah untuk mendinginkan bahan atau alat gelas seperti: botol timbang, atau krus porselin yang digunakan setelah pemanasan.
  2. mengeringkan zat atau bahan kimia yang terlindungi dari pengaruh kelembapan udara. Bisa disebut juga sebagi alat untuk menyerap kadar air dalam sempel.

11. Labu didih (Boilling flask)

Source: Google

Labu didih memiliki bentuk leher yang disebut single neck, double neck, dan triple neck, bagian bawah yang berbentuk bundar dengan alas yang rata (flat).

Terbuat dari kaca yang memiliki ketahanan 120-300 oC pada suhu panas, dengan sekala ukuran mulai dari 250 mL hingga 2L.

Fungsi Labu didih (boilling flask) yaitu untuk memanaskan larutan dan sebagai tempat menyimpan larutan.

12. Botol timbang (weight bottle)

Source: Google

Botol timbang yaitu botol yang terbuat dari kaca dengan tutup yang memiliki gagang, dan memiliki sekala ukur yang bervariasi.

Botol ini berfungsi untuk menentukan kadar suatu zat kimia dan juga sebagai wadah untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama cairan yang bersifat higroskopis. Botol ini tertutup rapat hingga tidak mudah menguap sehingga tidak akan berkurang ukurannya ketika di timbang.

13. Kondensor Laboratorium

Source: Google

kondensor adalah alat yang digunakan mendinginkan uap panas, dan biasanya digunakan dalam proses destilasi. Bentuk dari alat ini seperti tabung dengan lubang di bagian atas dan bawahnya.

Kondensor juga memiliki beberapa jenis yaitu: graham, lurus (liebig), spiral (dimrot), bulat (allihn), dan friedrichs.

Fungsi alat ini tidak hanya mendinginkan uap panas atau cairan panas tapi juga bisa mengembunkan uap.

14. Botol Preaksi (reagent bottle)

Source: Google

Botol yang digunakan untuk preaksi (reagen) dan juga sebagai wadah penyimpanan reaksi yang sudah diolah menjadi baku, primer, dan sekunder.

Botol Preaksi (reagent bottle) dibedakan dengan warna yaitu botol yang berwarna gelap yang digunakan untuk zat yang tidak tahan cahaya, oksidasi, ataupun yang lainnya.

Bentuk tutup botol preaksi juga berbeda-beda yaitu bentuk datar, paruh, pipih, dan tetes.

15. PH meter

Source: Google

PH meter adalah alat laboratorium elektronik yang digunakan untuk mengukur asam dan basa (pH). Di dalam alat tersebut terdapat suatu cairan yang berfungsi sebagai pengukur pH pada bahan-bahan yang semi-padat.

PH meter digunakan untuk mengukur pH seperti pada industri seperti: industri air mineral, tekstil, cat, bahan-bahan kimia, farmasi, pengolahan air limabah dan industri-industri lainnya.

Selain itu PH meter juga bisa digunakan untuk mengukur kualitas pada air yang ada disekeliling kita.

Baca juga: Macam Macam Alat Ukur

16. Labu destilasi

Source: Google

Labu destilasi memiliki bentuk seperti labu bulat pada bagian bawah dan bagian atas yaitu pipa yang memiliki dua jalur, ke atas dan ke sisi. Alat ini biasanya digunakan sebagai sambungan dengan kondensor saat proses destilasi.

kapasitas ukur alat ini bervariasi mulai dari kapasitas 100mL, 250mL, 500mL, hingga 1000mL.

Fungsi Labu destilasi yaitu:

  1. memisahkan larutan
  2. memisahkan bahan kimia yang beda dalam kecepatan penguapannya
  3. memurnikan senyawa

17. Pipa kapiler (kaca kapiler)

Source: Google

Pipa kapiler merupakan pipa yang digunakan untuk mengalirkan gas ke tempat lain, alat ini juga digunakan sebagai penentuan titik lebur pada suatu zat.

Pipa kapiler memiliki diameter antara 0,8 mm hingga 2,0 mm dan memiliki panjang kurang lebih 1 meter. Pipa kapiler yang memiliki ukuran kecil seperti jarum rentan patah dan tersumbat.

Pipa kapiler terbagi menjadi dua macam yaitu:

  1. pipa untuk pengubah panas (heat excharger)
  2. pipa yang berfungsi untuk menghisap gas dari evaporator

18. Kacamata pengaman

Source: Google

Kacamata ini untuk melindungi mata dari bahan-bahan atau zat kimia yang menyebabkan iritasi pada kulit. Kacamata ini juga melindungi mata dari api, uap logam, serbuk debu, kabut, dan zat yang meletup ketika proses pemanasan misaknya pada proses H2S04

19. Tanur

Source: Google

Tanur atau disebut juga Muffle furnace merupakan alat laboratorium yang digunakan untuk pemanasan seperti halnya oven. Kadang orang juga menyebutnya dengan nama klin.

Temperatur suhu alat ini di atas 10000º C, den ala tini juga sering digunakan untuk aplikasi gravimetrik yaitu penggabungan atau pengarangan suatu zat/sampel yang dianalisis.

macam macam Furnance diantaranya:

  1. muffle furnace (tanur)
  2. salt bath furnace
  3. vacuum furnace
  4. fluidized-bed furnace

Adapun jenis-jenis daei Muffle Furnace (tanur) diantaranya:

  1. Muffle Furnace
  2. Elevator Furnace
  3. Tube Furnace

Alat-alat di atas baru kami sebutkan sebagian, karena alat-alat yang ada di laboratorium sangat banyak mulai dari yang kecil sampai yang besar dan juga bentuk yang beragam.

berikut daftar alat alboratorium selain yang disebutkan diatas, kalian bisa cek di google

  • rak tabung reaksi
  • lup
  • pinset
  • spatula
  • gegep kayu
  • cawan petri
  • inkubator
  • oven
  • hot plate
  • pemanas/ pembakar bunsen
  • pemanas spirtus
  • clay triangle
  • ring
  • evaporating dish
  • filler (karet penghisap)
  • pengaduk
  • spatula plastik/ logam
  • Kawat nikrom
  • hot hands
  • kaki tiga
  • kawat kasa
  • stirer (batang stirer)
  • Mortal dan pastle
  • Krusibel
  • Timbngan analitik
  • centrifuge
  • Mikroskop
  • Rotator dan Mixer
Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: