cara membuat footnote / catatan kaki
PENGETAHUAN UMUM

Cara Membuat Footnote / Catatan Kaki + Contoh dan Penjelasannya

Bagi seorang penulis membuat footnote atau catatan kaki tentu sangat dibutuh, bahkan sangat penting untuk memperkaya tulisannya.

Catatan kaki juga sangat membantu para pembacanya dalam memahami pengertian / informasi sebuah kata / kalimat.

Cara membuat catatan kaki juga sangat mudah untuk dipraktekkan bahkan di Microsoft Word sendiri sudah ada fitur khusus untuk catatan kaki.

Footnote / catatan kaki biasanya digunakan dalam tulisan seperti novel, jurnal, buku, majalah, surat kabar, artikel blog, makalah ataupun tulisan karya ilmiah lainnya.

Apa Itu Footnote

apa itu footnote
Source: wikihow

Mungkin beberapa dari pengunjung ini masih ada yang belum tahu apa itu footnote. Pengertian footnote atau catatan kaki adalah sebuah catatan keterangan yang ditulis di bagian bawah kertas / lembaran.

Keterangan yang dimaksud adalah penjelasan dari kata atau kalimat yang sudah diberi tanda. Biasanya menggunakan beberapa tanda yang berurutan seperti bintang *, anga kecil 1,2,3,4, huruf kecil a,b,c,d atau bisa juga seperti (1),(a) dan seterusnya.

Tanda-tanda itu mengarah ke kutipan pada footnote/catatan kaki di bagian bawah. Jadi setiap kalian menemukan tanda-tanda seperti itu sudah pasti ada sebuah kutipan / penjelasan di bawahnya.

Fungsi Footnote

fungsi catatan kaki

Penulisan sebuah footnote/catatan kaki dimaksudkan untuk membantu pembaca dalam memahami dan menjelaskan sebuah kata atau kalimat.

Penulisan footnote dalam tulisan ilmiah seperti jurnal memiliki fungsi tersendiri, berikut beberapa fungsi dari catatan kaki diantaranya:

1. Penguat Bukti

Fungsi pertama footnote / catatan kaki adalah sebagai penguat bukti, dimana informasi yang diberikan sudah terbukti dan memiliki sumber yang jelas.

Dengan adanya footnote/catatan kaki adalah sebagai bentuk validasi dan penguat sebuah informasi yang disampaikan dan bisa dipertanggung jawabkan.

2. Memperluas Pembahasan

Fungsi footnote / catatan kaki juga sebagai perluasan pembahasan dalam sebuah konteks, sehingga para pembaca tahu apa yang dimaksudkan.

Pembahasan lanjutan dengan kutipan dalam footnote bisa memberikan para pembacanya ilmu/pengetahuan baru.

3. Sebagai Informasi lanjutan

Fungsi lain footnote / catatan kaki adalah sebagai informasi lanjutan, informasi yang diberikan bisa berupa alamat, kontak, sumber atau informasi lainnya.

Dengan adanya informasi tersebut para pembaca bisa mengetahui tentang informasi yang diberikan.

3. Sebagai Keterangan atau Petunjuk

Footnote / catatan kaki berfungsi sebagai sebuah petunjuk atau keterangan yang berkaitan dengan pernyataan dan informasi lain.

Para pembaca bisa mengetahui petunjuk dan keterangan yang disampaikan oleh penulis.

Tujuan Penulisan Footnote

Tujuan dari penulisan sebuah footnote (catatan kaki) adalah untuk menyampaikan keterangan, menyusun bukti (sumber tulisan, memperkuat uraian seperti: intisari, perbaikan, pandangan yang bertentangan, dan keterangan insidental.

Selain itu juga untuk menyampaikan keterangan tambahan, menyatakan utang budi (kutipan pendapat si pengarang), dan rujukan bagian lain teks (baik uraian pada halaman sebelum atau sesudahnya).

Jenis Jenis Footnote atau Catatan Kaki

jenis jenis catatab kaki
Source: Opsiin

Ada dua jenis footnote atau catatan kaki yang biasa para penulis gunakan dalam karya ilmiahnya, yaitu:

1. Footnote / Catatan Kaki Singkat

Catatan kaki ini ditulis singkat dan ada 3 macam penulisannya, yaitu:

  • Ibid ( Ibidium yang artinya sama dengan yang di atas ),
  • Op.cit ( Opere citato yang artinya dalam karya yang telah dikutip ),
  • Loc.cit ( Loco cotato yang artinya tempat yang telah dikutip )

Contoh penulisan footnote/catatan kaki singkat Ibid:

1) Vikram Rasyid, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: Pustaka Presindo, 2010), hlm. 10.
2) Ibid.
3) Ibid, hlm. 35 – 37.

Contoh penulisan footnote/catatan kaki singkat Op. cit:

1) Abdul Muis, Perang Siasat Matematika Praktis, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2012), hlm. 64.
2) Abdul Muis, Matematika itu Mudah, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2015), hlm. 99.
3) Marthen Langitan, Logika Matematika, (Jakarta: Edukasi Press, 2014), hlm 88 – 89.
4) Muis, Logika Matematika, Op. Cit., hlm. 134.
5) Langitan, Op. Cit., hlm. 112.

Contoh penulisan footnote/catatan kaki singkat Loc. cit:

1) Abdul Muis, Perang Siasat Matematika Praktis, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2012), hlm. 46.
2) Abdul Muis, Matematika itu Mudah, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2015), hlm. 66.
3) Marthen Langitan, Logika Matematika, (Jakarta: Edukasi Press, 2014), hlm 37 – 40.
4) Muis, Perang Siasat Matematika Praktis, Loc. Cit.
5) Langitan, Loc. Cit.

2. Footnote / Catatan Kaki Lengkap

Untuk catatan kaki yang lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan unsur-unsur seperi: nama pengarang, judul buku, nama, nomor seri, jumlah jilid, nomer cetak, nama penerbit, tahun penerbit, dan nomor halaman.

Contoh penulisan footnote/catatan kaki lengkap:

33F Zhou, H. C. Guo, Y.S Ho, and C. Z Wu, “Scientometric Analysis of Geostatistics Using Multivariate Methods,” Scientometrics, Vo.73, No.3 (2007), p. 265-279.

Cara Membuat Footnote Di Word

cara membuat footnote / catatan kaki di word

Bagi kalian belum pernah menggunakan atau menulis footnote / catatan kaki jangan khawatir karena pengaplikasiannya cukup mudah dan gampang dibuat.

Karena kebanyaka penulis dalam membuat tulisan biasanya menggunakan alat seperti Word, jadi saya akan memberikan petunjuk cara membuat catatan kaki menggunakan word.

Berikut langkah-langkah cara membuat footnote / catatan kaki di Word:

  1. Langkah pertama tentunya kalian Buka Microsoft Word,
  2. Tulis beberaapa paragraf atau kalian juga bisa menulis dulu apa yang mau kalian kerjakan.
  3. Jika sudah selesai pilih bagian yang akan kalian berikan catatan kaki.
  4. masuk ke Preferences dan pilih insert footnote, setelah kalian klik nanti bagian bawah akan otomatis membuat bagian untuk catatan kaki. **Lihat gambar di atas untuk lebih jelasnya lagi.

Cara Menulis Footnote / Catatan Kaki yang Benar

Cara Menulis Footnote / Catatan Kaki yang Benar

Sebelum menulis sebuah footnote / catatatan dari jurnal atau karya ilmiah lain, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan dalam penulisannya.

32Mukhtaruddin, “Eksistensi Perpustakaan Dalam lembaga Pendidikan,” Adabiya, Volume 15, No.29, (Agustus 2013), hal. 111

Berikut cara menulis footnote / catatan kaki yang bernar:

  1. Nomor penanda seperti angka atau huruf yang ditulis seperti kuadrat, contoh: 1,a,(1),(a).
  2. Nama pengarang yang ditulis dengan nama asli sesuai urutannya, tidak perlu mencantumkan gelarnya seperti Prof., Dr., atau gelas lainnya.
  3. Judul buku referensi yang ditulis dengan cetak miring (italic), atau bisa juga diberi garis bawah jika menggunakan mesin tik.
  4. Jika penulis dalam sebuah buku, majalah, atau surat kabar lebih dari dua atau tiga orang, maka namanya ditulis semua. Adapun penulis lebih dari tiga orang maka bisa ditulis nama pengarang utama kemudian ditambah dkk. / et al.
  5. Referensi dari internet bisa ditulis dengan “Judul artikel” (URL web, Tanggal Akses, Tahun)

Cara menulis diatas harus kalian perhatikan sebelum membuat footnote/catatan kaki baik itu dari buku, makalah, skripsi, atau karya ilmiah lainnya.

Contoh Footnote / Catatan Kaki

Setelah kita mengetahui penjelasan footnote mulai dari apa itu footnote, fungsinya apa, jenis-jenisnya, tujuan penulisannya, dan cara penulisannya di atas, disini saya akan meberikan beberapa contoh penulisan footnote/catatan kaki dalam berbagai karya tulis.

Berikut beberapa contoh catatan kaki dari karya ilmiah:

Contoh footnote / catatan kaki dari jurnal atau makalah

Berikut beberapa contoh penulisan footnote atau catatan kaki dari jurnal atau makalah, sebagai berikut:

³Gemar Berkarya Hatta, “Rekam Kesehatan dan Medis (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 28, Juni 1988 (Surabaya: ANRI, 1988), hlm. 7.

(a)Ahmad Arifin, “Peran Perempuan dalam Konstruksi Sosial”, Journal of Indonesian Islam, Edisi 21, Februari 2018, hlm. 33.

Ke dua contoh di atas merupakan jenis penulisan catatan kaki lengkap dari jurnal / makalah dimana terdiri dari: nomor/tanda , nama penulisnya, judul artikel/ bukunya yang dicetak miring (italic), nama jurnal/makalah dengan volume dan nomornya, tahun penerbitannya, dan nomor halamannya.

Contoh Footnote / Catatan Kaki dari Internet

Penulisan footnote / catatan kaki dalam sebuah artikel-artikel website dari internet kurang lebih hampir sama seperti catatan kaki yang ada di jurnal atau tulisan lainnya.

Untuk penempatan biasanya di akhir pembahasan dan kebanyakan footnote / catatan kaki yang ditulis berupa sumber informasi.

Format penulisan catatan kaki dari internet bisa seperti ini:

tanda Author,Judul artikel” (URL web, Tanggal Akses, Tahun)

Contoh-contoh:

1Nabil Syamsudin, Pengertian, Manfaat, Fungsi, Ukuran dan Contoh ID CARD (https://bilabil.com/contoh-id-card/, Diakses pada 8 Agustus, 2019)

(a)Sindu Adiputra, “Situs Tentang Teknologi” (https://mahirtekno.com/situs-teknologi/, Diakses pada 6 Februari, 2020)

Contoh Footnote dari Skripsi, Tesis / Disertasi

Penulisan footnote dalam skripsi, tesis / disertasi biasanya menggunakan format sebagai berikut:

Nomor Kutipan, Nama, Jenis Karya: “judul karya tulis kalian” (Kota: Nama Perguruan Tinggi, Tahun Terbit), Halaman.

Contoh:

1Nabil Syamsudin, Skripsi: “Konspirasi Virus Corona dan Vaksinasi” (Bandung: UPI, 2017), Hal.42.

2Khoirun Nidhom, Tesis: “Upaya Mengelola Keuangan dengan Metode Dinosaurus” (Semarang: UNNES, 2019, Hal.13.

Contoh Footnote / Catatan Kaki lebih dari 1 Pengarang

Seperti yang sudah disinggung di atas mengenai cara penulisan footnote / catatan kaki, ada sedikit perbedaan penulisan ketika pengarang buku atau karya ilimah lebih dari satu.

Penulisan untuk karya ilmiah yang memiliki 2 sampai 3 pengarang, format penulisannya seperti ini:

Tanda Kutipan Nama Pengarang, Judul Karya Ilmiah (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Penerbitan), Hal. Nomor halaman.

Contohnya seperti ini:

  • 1Fauzi Aziz dan Kanu Hizbam, Pentingnya Sebuah Manhaj, (Jogja: Lentera Islam, 2010) Hal.7.
  • 2Sindu Putra, Tori Susantio, Wahyu Ramadhan, Kosep Ilmu SEO, (Bandung: Seharihari, 2020), Hal. 15-20.
  • 3Resahadi, dkk, Sosialisasi Masyarakat (Magetan: Partikel, 2021) Hal. 2.

Di atas merupakan 3 contoh penulisan footnote / catatan kaki yang ditulis oleh 2 pengarang, 3 pengarng, dan lebih dari 3 pengarang.

Kesimpulan

Itulah cara membuat footnote catatan kaki, disertai dengan contoh dan penjelasannya, semoga pembahasan di artikel ini bisa membatu kaliandalam membuat karya ilmiah.

Terimakasih telah membaca sampai selsesai, 😁😍😃

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: