Kisah Fudhail Bin Iyadh

Kisah inspirasi dari para ulama terdahulu merupakan keharusan bagi setiap muslimin karena mereka adalah para pewaris nabi dan kita harus mencontoh Akhlak mulia mereka, salah satunya kisah Fudhail bin Iyadh.

Seseorang yang dulunya suka merampok dan melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama, akhirnya beliau bertobat dengan sebenar-benarnya tobat.

Karena Sebenar-benarnya tobat seseorang akan menjadikan orang itu lebih dekat dengan Allah, dan akan tumbuh dalam dirinya akhlak-akhlak yang mulia.

Sebagaimana Kisah Fudhail bin Iyadh beliau bertobat dan menjadikan ia sebagai orang yang berakhlak mulia dan menjadi seorang ulama ahli hadits.

Fudhail Bin Iyadh

Kisah Ulama Dahulu
Source : Google

Nama beliau adalah Fudhail bin Iyadh bin Mas’ud bin Basyar At Tamimi atau disebut juga Abu Ali. Beliau lahir di Samarqand dan ia di besarkan di Abi Warda, Khurasan.

Tidak ada riwatat yang jelas mengenai awal kelahiran beliau hanya saja beliau meninggal pada usianya 80 tahun.

Ayahnya bernama Fudhail yaitu seorang yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Fudhail bin Iyadh memiliki dua anak yang bernama Ali dan Abu Ubaidah.

Di masa tuanya Fudhail bin Iyadh ia menghabiskan waktunya di Mekah dan Madinah ia sosok yang ahli ibadah. Hidupnya penuh dengan cahaya ilmu, amalan serta beliau selalu Istiqomah membela kebenaran.

Perkataannya Menjadi Masyhur Sebagai Kata-kata Mutiara

Kelebihan beliau kata-kata inspirasi atau motivasi yang ia sampaikan dari lisan beliau sangat populer sampai saat ini.

“Abdullah bin Al Mubarak berkata ‘sungguh Fudhail itu merupakan bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dengan perkataan yang keluar dari Lisannya. Dia merupakan manusia yang dikaruniai manfaat dari amalannya.” Dari riwayat abdullah Ash Shomaf Ash Shaigh dalam [ Syiar A’lam An-Nubala 9:425).

Beliau juga mengurusi keluarganya di samping itu beliau juga mengurusi air minum bagi kesejahteraan para jama’ah haji.

Fudhail bin Iyadh berkata : “Engkau telah menjadikanku dan keluargaku merasa lapar dan Engkau membiarkan aku berada dalam gelapnya malam tidak ada lampu. Sesungguhnya Engkau mengujiku seperti ujian kekasih-Mu, lalu kedudukan apa yang aku dapatkan atas semua cobaan dari-Mu.”

Masa Kelam Fudhail bin Iyadh

Kisah Kelam Fudhail bin Iyadh
Source : Unsplash

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa beliau adalah seorang pereman, penyamun, dan menyimpang.

Fudhail bin Musa mengatakan, “Abu Ali dulunya adalah seorang yang suka merampok di bawah kekuasaan Sarkhas dan Aybuard.

Sebelumnya ia menyukai seorang wanita dan akan menaiki sebuah dinding untuk melihat wanita yang ia cintai.

Tiba-tiba ia mendengar suara yang sedang membaca surat Al Hadid ayat 16, yang berbunyi:

 أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka). Dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka keras. Dan banyak diantara mereka orang-orang fasik.”

Maka ketika beliau selesai mendengarkan ayat itu beliau ia berkata “Tentu Wahai Rabbku, telah datang waktunya.”

Video Kisah Fudhail bin Iyadh oleh Ustadz Kholid Basalamah Klik disini.

Bertobat Dan Kembali Kepada Allah

Kisah Tobat Fudhail bin Iyadh
Source : Pixabay

Kemudia Fudhail bin Iyadh pun pulang dan diperjalanan beliau singgah di suatu tempat dan ada beberapa orang juga yang singgah di tempat itu.

Kemudian salah satu dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Ayo lanjutkan perjalanan kita.” dan salah seorang menyahutnya “bagaimana kalau kita dihadang oleh Fudhail bin Iyadh di tengah perjalanan?.” kemudian di jawab “kita akan jalan terus sampai waktu pagi karena biasanya ia menghadang kita di jalan ini.”

Fudhail bin Iyadh merenungkan apa yang di bicarakan orang tadi ” Ya Allah namaku disebut-seebut di malam hari dalam sebuah kemaksiatandan mereka merasa takut terhadapku. Tidaklah Allah menampakan kepadaku dari perkataan mereka tentang kemaksiatanku, supaya akau sadar. Ya Allah aku bertobat kepada-Mu.”

Hijrahnya Fudhail bin Iyadh

Kisah Hijrah Fudhail bin Iyadh
Source : Pixabay

Setelah ia mendengar percakapan orang-orang itu kemudian ia bertobat dan beliau hijrah ke Kufah untuk menuntut ilmu.

Beliau sangat rajin dalam menuntut ilmu, hingga beliau menjadi seorang ulama dan ahli Hadits, dan ia berpaling dari dunia yang hina.

Dia sering menolak pemberian harta bahkan ribuan dinar untuknya beliau tolak dari raja atau penguasa.

Ia tidak mau harta yang masuk kedalam perutnya kecuali hal-hal yang sudah jelas dan baik. Ia mengamalkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang berbunyi “Wahai orang -orang yang beiman, makanlah yang halal dan yang baik dari apa yang ada di bumi.

Ia selalu mengingat ketika Sa’ad bin Abi Waqas berbicara kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam: “Doakanlah untukku supaya aku menjadi orang yang apabila berdoa maka doanya dikabulkan oleh Allah”.

Kemudian Rasulullah menjawab: ” Wahai sa’ad bersihkanlah makanan yang engkau makan, niscaya Allah akan mengabulkan doamu. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya maka ibadahnya ditolak selama 40 hari, bagi siapa saja yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram dan memakan riba, maka nerakalah yang layak untuknya”.

Rosulullah juga bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik pula.”

Menjadi Ulama

Fudhail bin Iyadh ialah seorang faqih yang ilmunya mumpuni dan disegani. Ia menjadi seorang ulama ahli hadits karena Ia adalah seorang yang cerdas, memiliki hafalan yang kuat, dan juga ia sangat wara’.

Dan ia menghabiskan waktunya untuk beribadah di kota rasulullah yaitu Mekah dan Madinah.

Bagi yang sudah atau mau menikah baca artikel tentang dalil pernikahan yaitu Pembahasan Surat Ar Rum Ayat 21.

Pekataan-perkataan Fudhail bin Iyadh

perkataan Fudhail
Source : Pixabay

“Barangsiapa yang mencintai orang yang melakukan kebid’ahan, maka amal berbuatannya akan Allah hapus dan akan dikeluarkan cahaya ilam dari hatinya.”

“Barangsiapa membantu orang yang melamukan kebid’ahan, berarti ia telah menghancurkan islam.”

” Lebih baik seseorang mendekati bangkai yang baunya busuk daripada mendekati parapenguasa.” Fudhail bin Iyadh sendiri sangat membenci kekuaaan politis.

“Seandainya para ulama bersikap zuhud kepada dunia maka leher-leher para penguasa tiran akan tunduk kepada mereka.” waktu itu ia memberi nasihat kepada ulama bear Imam Suryan bin Uyainah. Fudhailjuga bekata ” Wahai para ulama, kalian adalah cahaya yang menerangi negeri, tapi kalian menjadi lapisan kegelapan. Kalian adalah seekor binatang yang dijadikan sebagai pedoman, dan setelah itu kalaian menjadi sesuatu yang membungungkan. Tidaklah diantara kalian malu terhadap Allah apabila kalian datang kepada para penguasa kemudian mendapatkan harta dari mereka, sementara ia tidak tahu dari mana harta itu diperoleh. Lalu ia kembali mengajar dan bersandar pada mihrab lalu berkata: ‘Fulan telah menceritakan kepadaku dari Si Fulan.’ ia juga berkata: ‘kenapa kalian mendekati para penguasa? Padahal betapa besar pemberian mereka kepada kalian, mereka telah meninggalkan jalan akhirat untuk kalian, sementara kalian justru berdesak-desakan di atas jalan dunia.'”

Harun Ar Rasyid berkata kepada Fudhail “betapa zuhudnya dirimu” kemudia ia membala “Engkau lebih zuhud dari diriku, karena zuhudku kepada dunia yang fana, sedangkan zuhudmu kepada akhirat yang abadi.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: