Macam Macam Topologi Jaringan Pada Komputer Beserta Penjelasannya

Macam Macam Topologi Jaringan – Mungkin dari kita masih ada yang belum tahu apa itu topologi jaringan? sebenarnya topologi jaringan yaitu unsur-unsur yang menyusun jaringan seperti link, node, dan station yang dijelaskan dalam hubungan geometris antar unsur jaringan tersebut.

Selain itu topologi jaringan merupakan sebuah konsep/metode untuk menghubungkan beberapa komputer menjadi jaringan interkoneksi secara langsung.

Sebenarnya jenis-jenis topologi jaringan memiliki banyak macamnya, mungkin yang kita ketahui ada 6 topologi yaitu: Topologi Star, Ring, Bus, Mesh, Tree, dan Linier. Selain keenam topologi yang disebutkan masih banyak topologi-topologi jaringan lainnya.

Topologi jaringan sendiri sudah banyak digunakan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak kita sadari.

Baca juga: Wireless LAN | Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Komponen WLAN

Macam Macam Topologi Jaringan Pada Komputer

Berikut 10 macam topologi jaringan komputer beserta penjelasannya:

1. Topologi Star

Macam Macam Topologi Jaringan

Topologi star (topologi bintang) adalah topologi jaringan yang memiliki bentuk berupa konvergensi dari node ke node penggunanya, sehingga rangkaiannya membentuk seperti star (bintang)

Topologi ini jug menggunakan alat yang disebut concentrator yaitu alat pusat yang befungsi untuk mengontrol perubahan hub atau switch menjadi pusat, sehingga semua komputer dalam satu jaringan akan di hubungkan ke alat ini.

Kelebihan Topologi Star

  • akses kontrol yang terpusat, karena menggunakan kabel tunggal.
  • jika satu saluran rusak, maka tidk akan memengaruhi saluran lain, hanya berpengaruh pada jaringan saluran tersebut dan stationnya.
  • permasalahan pda lalu lintas jaringan sangat minim.
  • memiliki tingkat keamanan yang terbilang tinggi.
  • pemasangan yang mudah dalam penambahan atau pengurangan station.
  • topologi jaringan yang termasuk fleksibel.
  • kesalahan atau keruskan pada jaringn mudah untuk dideteksi dan diisolasi.

Kekurangan Topologi Star

  • node (simpul) yang rusak akan mengkibatkan berhentinya pada setiap rangkaian.
  • jaringan tergantung pada terminl pusat,
  • permasalahan pada hub sangat sensitif, sehingg jaringan tersebut bisa down.
  • HUB/SWITCH yang kritis karena kontrol yang terpusat.
  • biaya yang relatif mahal daripada jaringan pada topologi ring atau bus.
  • membutuhkan banyak kabel.

2. Topologi Ring

Macam Macam Topologi Jaringan

Topologi ring (topologi cincin) adalah topologi jaringan yang memiliki bentuk rangkaian yang saling terhubung, dimana cmasing-masing client terhubung membentuk jalur melingkat atau cincin.

Setiap node memiliki fungsi sebagai repeater yang berguna untuk memperkuat sinyal yang diterima dan diteruskan dalam sirkulasinya. Sinyal yang diterima dan diteruskan juga dibantu dengan TOKEN ( informasi data dari komputer sumber, yang dibutuhkan atau tidak pada setiap node).

Kelebihan Topologi Ring

  • layanan jaringan data lalu lintas sekalupun yang padat.
  • jaringan data yang cepat dari kanan atau kiri server.
  • transmisi data yang sederhana.
  • mudah dalam instalasi dan konfigurasi ulang
  • kerusakan dan kesalahan bisa dilacak dan diisolasi dengan mudah dengan konfigurasi point to point.
  • hemat kabel, berbeda halnya dengan topologi star.
  • tidak akan mengalami collision atau tabrakan ketika pengiriman data.

Kekurangan Topologi Ring

  • kerusakan dan kesalahan pada satu terminal atau media transmisi, bisa melumpuhkan kinerja seluruh jaringan.
  • pengembangan yang labih kaku karena menggunakan terminal dn akan menylitkan pda node jika port sudah habis.
  • bandels yang perlu ditangni dan di kelola secara khusus.
  • jumlah node memperngaruhi pada kinerja komunikasi.

3. Topologi Bus

Macam Macam Topologi Jaringan

Topologi bus adalah topologi jaringan Topologi yang menggunakan kabel pusat untuk media transmisi, dimana seluruh client yang terhubung ke server akan saling berhubungan dan bertransmisi antar satu dengan yang lainnya.

Kelemahan Topologi Bus

  • memili layout kabel yang sederhan, sehingga memudahkan dalam instalasi.
  • hemat kabel, biaya untuk instalasi menjdi lebih murah.
  • tidak mengganggu opersi ketika melakukan penambahan dan pengurangan teminal atau workstation.
  • client yang rusak tidak berpengaruh pada komunikasi antar client linnya.

Kelemahan Topologi Bus

  • gangguan pada sepanjang kabel pusat atau backbone akan mengganggu keseluruhan jaringan.
  • harus menggunakn repeater untuk jarak jauh.
  • jalur lalu lintas yang padat.
  • keamanan data yang tidak terjamin.
  • melacak kesalahan yang sulit pada bol kabel utama karena sangat panjang.
  • bis terjadi collision, yaitu terjadinya tabrakan data.

4. Topologi Tree

Macam Macam Topologi Jaringan

Topologi tree (topologi pohon) adalah topologi jaringan yang mengkombinasikan antar topologi bus dan star, dengan media transmisi menggunakan satu kabel yang bercabang dengan loop yang terbuka. Rangkaian topologi ini membentuk seperti sebuah pohon.

Rangkaian topologi ini terdiri dari kumpulan topologi star yang dihubungkn pada stu topologi bus dengan backbone. Komputer-komputer atau printer akan dihubungkan ke hub, dan kumpulan hub-hub merupkan jalur backbone.

Kelebihan Topologi Tree

  • bisa menggunakan jaringan point to point.
  • membagi seluruh jaringan dengan mudah.
  • bisa menjangkau jarak yang jauh dengan fungsi repeater pada HUB.
  • mengatasi keterbatsan pada titik koneksi HUB.

Kekurangan Topologi Tree

  • data yang dikirim harus jels atau ditunjukan kepada siap data itu kan dikirim.
  • mekanisme untuk mengatus transmisi.
  • HUB/SWITCH merupakan elemen yang kritis.
  • boros kabel, yaitu menggunakan kabel yang bnyak untuk instalasi dan perancangan yang bagus.

5. Topologi Mesh

Macam Macam Topologi Jaringan

Topologi mesh adalah topologi jaringan yang menggunkan bentuk hubungan pada setiap perangkat secara langsung ke prangkat lainnya yang disebut dengan dedikated links . Selain itu topologi ini didisain dengan rute alternatif/ penjaluran yang disiapkan oleh dukungan software.

Kelebihan Topologi Mesh

  • menggunakan dedicated links, yaitu data langsung dikirimkan ke komputer tujuan, tanpa harus melewati kompuuter lin.
  • jika terjadi kerusakan pada kabel koneksi (links), maka tidak akan mempengaruhi koneksi komputer lin.
  • keamanan yang lebih terjamin.
  • proses identifikasi permasalahan yang mudah.

Kekurangan Topologi Mesh

  • I/O port yang harus dimliki di setiap perangkat.
  • Konfigurasi dan instalasi yang terbilas lebih sulit .
  • memerlukan biaya yang besar,

6. Topologi Point to Point

Topologi Point to Point

Topologi point to point adalah topologi jaringan yang digunakan untuk menghubungkan antara dua perngakat/komputer atu lebih.

topologi ini merupkan topologi yang sangat sederhana daripada topologi jaringan yang lain, karena tidak menggunakan server/komputer pusat, dan hub.

Kelebihan Topologi Point to Point

  • Biaya yang murah.
  • instalasi yang sangat mudah.
  • masing-masing bis berperan sebagai server atau client.

Kekurangan Topologi Point to Point

  • sangat sulit untuk dikembangkan.
  • memiliki keamanan yang minim dan sangat rentan.
  • sistem keamanan yang diatur oleh pengguna
  • troubleshoting yang rumit.

7. Topologi Linear

topologi linear

Topologi linier adalah topologi jaringan yang menggunakan satu kabel utama sebagai penghubung pada setiap komputer, topologi ini juga disebut sebagai topologi bus linear (beruntun).

Kelebihan Topologi Linier

  • hemat kabel, dan tata letak yang sederhana.
  • tidak membutuhkan komputer pusat atau kendali pusat.
  • mudah untuk dikembangkan.
  • rangkaian topologi linier sangat sederhana.
  • pemasangan dan penambahan perangkat tidak mengganggu operasi yang sudah berjalan.
  • biaya yang murah.

Kekurangan atau Kelemahan Topologi Linier

  • pelacakan atau deteksi serta isolasi kerusakan yang minim.
  • kepadatan jalur lalu lintas yang tinggi.
  • keamanan yang minim.
  • kecepatan data tergantung jumlah pemakaian.
  • menggunakan repeater untuk jarak jauh.

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid adalah topologi jaringan yang merupakan gabungan dari beberapa topologi yang berbeda/tidak sama. Contohnya topologi mesh dan topologi star digabungkan maka akan membentuk sebuah infrastruktur topologi baru yang disebut topologi hybrid.

Media yang bisa dihubungkan dengan topologi adalah topologi star, topologi bus, topologi mesh, dan topologi tree.

Sedangkan media transmisi yang dibutuhkan untuk membentuk topologi hybrid yaitu

  1. Media Hub;
  2. Media Switch;
  3. Kabel UTP/STP+RJ45;
  4. Repeater atau Bridge, atau Router (untuk kebutuhan khusus)

Kelebihan Topologi Hybrid

  • Memiliki kecepatan yang stabil.
  • mampu bekerja dengan performa yang tinggi dan stabil.
  • kerusakan pada satu node tidak akan mengganggu jaringan lainnya.
  • banyak topologi yang bisa digabugkan.
  • bisa disesuaikan berdasarkan penggunanya.
  • fleksibilitas.
  • troubleshoting yang mudah.
  • tolerasni masalah yang baik.

Kekurangan Topologi Hybrid

  • pengelolaan yang bisa dibilang sulit.
  • membutuhkan biaya yang mahal untuk pembangunannya.
  • instalasi dan konfigurasi yang cukup rumit, karena memiliki topologi yang berbeda.

9. Topologi Broadcast

Topologi boardcast adalah termasuk jenis dari topologi jaringan yang merupakan type pertama dari topologi logic komputer. Sederhananya yaitu sebuah host yang mentransmisi data kepada host lain menggunakan jaringan. Topologi ini juga disebut sebagai topologi jaringan internet.

Topologi boardcast dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Boardcast Domain,
  2. Boardcast Address,
  3. Boardcast Strom.

Kelebihan Topologi Boardcast

  • terhubung dengan berbagai jarak, bahkan bisa mencapai jarang yang sangat jauh.
  • bisa diakses sepajang waktu.
  • memiliki kecepatan transfer yang stabil.
  • konfigurasi yang bisa dibilang mudah.
  • memiliki keamanan yang bagus dan kompleks.

Kekurangan Topologi Boardcast

  • biaya yang bisa dibilang cukup mahal.
  • memungkinkan terjadinya error pada host.
  • memungkinkan diserang oleh hacker, meskipun sistem keamanan yang berlapis.

10. Topologi Hierarchy (Hierarki)

Topologi hierarchy adalah topologi jaringan yang terdiri dari host (pusat) yang dialihkan membentuk jenjang pada node-node lain. Jenjang yang tinggi memiliki fungsi sebagai pengatur jenjang dibawahnya.

Selain itu topologi hierarchy ini digunakan pada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki cabang diberbagai daerah/tempat, sehingga transmisi data sangat dibutuhkan dari pusat ke cabang atau sebaliknya.

Baca juga: Sejarah Microsoft Word

Kelebihan Topologi Hierarchy

  • menggunakan data yang bertingkat (hierarki) sehingga mampu untuk memanajemen data dengan baik dan mudah.
  • dapat dikontrol dengan mudah
  • dapat menjangkau jarak yang jauh, karena menggunakan repeater pada HUB untuk menguatkan sinyal.

Kekurangan topologi Hierarchy

  • kerusakan yang ditimbulkan satu node akan mengganggu node dibawahnya.
  • menggunakan banyak kabel, untuk itu kita harus mendesain/merancang rangkaiannya secara matang.
  • sering terjadi tabrakan data yang disebut data collision.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: