Nabi dan Rasul yang Termasuk Ulul Azmi

Dari sekian banyak nabi dan rasul yang diutus Allah untuk menajarkan risalah-Nya yaitu agar menyembah Allah dan tidak menyekutukannya, Allah juga mengutus para ulul azmi untuk kaum yang membangkang.

Nabi dan rasul yang terpilih sebagai ulul azmi yaitu mereka yang memiliki keteguhan dan kesabaran yang tinggi dari cobaan yang sangat berat yang menimpa mereka.

Apa itu Ulul Azmi??

Pengertian Ulul Azmi

Dalam Al-Quran surat Al-Ahqof ayat 35:

dalil tentang ulul azmi

dan Al-Quran surah Asy-Syura ayat 13:

nabi-nabi yang termaruk ulul azmi

Menurut Imam Thahir bin Asyur, dalam kitab At-Tahrir wa At-Tanwir:

“Ulul azmi  adalah dia yang memiliki azam, yaitu mereka yang diberi sifat itu kepadanya. Dan azam ialah sebuah niat yang dinyatakan dengan ucapan dan perbuatan, dan azam itu tidak akan tertolak.”

Dalam Tafsir Al-Jalalain menjelaskan tentang surah al-ahqaf ayat 35:

[فَاصْبِرْ] yaitu gangguan dari kaummu (nabi ulul azmi), dan [كَمَا صَبَرَ أُولُوا الْعَزْمِ] yaitu meraka yang mempunyai sifat keteguhan dan kesabaran atas beban-beban yang menimpa.

Dan menurut Dr. Sayyid Thantawi dalam kitab At-Tafsir Al-Wasith:

[أولوا العزم من الرسل] yaitu orang-orang yang membawa beban berat dalam menegakkan kalimat Allah di jalannya dari apa yang tidak dibawa (rasul) lainnya.

Jadi…

Ulul Azmi ialah sebuah gelar yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada seorang nabi sekaligus seorang rasul yang mempunyai kesabaran, ketabahan, keteguhan, dan pendirian yang sangat luar biasa, yang tidak dibawa nabi dan rasul lainnya.

Seorang nabi yang menanggun beban lebih berat dari nabi-nabi yang lain, untuk menegakan dan menyebarkan kalimat Allah kepada umatnya.

Nabi dan Rasul yang Termasuk Ulul Azmi

Imam ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya tentang nabi yang termasuk ulul azmi dalam surah Al-Ahqof ayat 35 dan juga termasuk dalam surat Asy-Syura ayat 13 diantaranya: Nabi Nuh a.s, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s, dan Nabi Muhammad shalallohu ‘alaihi wa salam..

Perlu kita ketahui bahwasanya dari setiap nabi yang termasuk ulul azmi, mereka juga merupakan seorang Rasul.

Berikut kisah ketabahan dan kesabaran para ulul azmi:

1. Nabi Nuh ‘alaihi salam

kisan Nabi Nuh - ulu azmi
Source: pondokislam

Nabi Nuh ‘alaihi salam diutus oleh Allah untuk mengajak kaum Rasib menyembah allah dan meninggalkan sesembahan yaitu patung dan berhala.

Dalam kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa Nabi Nuh ‘alaihi salam memiliki umur 980 dan 500 tahunnya Nabi Nuh dihabiskan untuk berdakwah.

Ketika ia berdakwah ia hanya mendapatkan ejekan, celaan, bahkan menyakiti Nabi Nuh.

Coba kita bayangkan Nabi Nuh berdakwah selama 500 tahun hanya mendapat respon yang negatif, dan yang mengikutinya hanya 11 orang.

Bahkan anak dan istrinya pun ikut membangkang tidak mau mengikuti Nabi Nuh.

Allah subhanahu wata’ala pun memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat sebuah kapal yang besar, karena akan datang banjir yang sangat besar.

Nabi Nuh telah memperingati kaumnya dan keluarganya tentang banjir besar yang akan menenggelamkan kaumnya. Mereka hanya membangkang dan menganggab Nabi Nuh gila.

Setelah perahunya sudah selesai dibuat Nabi Nuh, beliau memerintahkan para pengikutnya dan juga menggiring para hewan-hewan yang ada untuk segera menaiki kapal.

Karena kaumnya enggan mengikuti komandonya, maka setelah semuanya naik, barulah Allah subhanahu wata’ala menurunkan hujan yang sangat lebat hingga menenggelamkan kaumnya Nabi Nuh ‘alaihi salam.

2. Nabi Ibrahim ‘alihi salam

Kisah Nabi Ibrahim dibakar oleh kaumnya
Source: Pixabay

Nabi Ibrahim ‘alaihi salam diutus oleh Allah untuk mengajak para kaumnya dan juga raja yang zalim yang bernama Namrudz.

Kesabaran dan ketabahan beliau ketika ia berdakwah kepada kaumnya agar menyembah Allah semata, serta meninggalkan berhala dan patung-patung yang dibuat oleh ayahnya sendiri.

Kaumnya malah membangkang dan enggan untuk menyembah Allah, kemudian Nabi Ibrahim menghancurkan berhala dan patung secara diam-diam.

Setelah kaumnya mendengar berita bahwasanya yang menghancurkan Berhala itu adalah Ibrahim, maka ia dimusuhi dan membawa Nabi Ibrahim untuk dibakar diatas tumpukan kayu seperti gunung.

Tapi Allah subhanahu wata’ala membuat api itu dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Cobaan lain yang datang kepada Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yaitu:

  • Setelah dimusuhi dan dibakar hidup-hidup
  • Nabi Ibrahim juga melakukan hijrah yang sangat jauh meninggalkan orang yang dicintainya.
  • Ia juga memiliki keturunan pada umurnya yang sudah tua, padahal semua orang ingin memiliki banyak keturunan.
  • Atas perintah Allah juga Nabi Ibrahim harus meninggalkan keluarga kecilnya.
  • Setelah anaknya dewasa ia diperintahkan Allah untuk menyembelihnya.

Semua cobaan yang dihadapi ia lakukan dengan kesabaran, ketaatan, dan juga ketabahan.

3. Nabi Musa ‘alaihi salam

Nabi Musa 'alaihi salam
Source: Befren

Nabi Musa lahir di masa Raja Firaun yang sangat zolim dan kejam, Raja firaun mendengar bahwa akan lahir bayi laki-laki yang akan menjatuhkan dan menumbangkan sang Raja.

Setelah mendengar ramalan itu Firaun langsung memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada saat itu.

Ketika itu ibu Musa yang bernama Yukabad tidak ingin anaknya diserahkan kepada firaun untuk dibunuh, tapi ia menghanyutkan Musa ke sungai Niil.

Musa di temukan oleh keluarga Firaun, dan istri Firaun meminta untuk menyelamatkan dan merawat bayi itu, lalu Firaun menyetujuinya. Istri Firaun juga mencari wanita untuk menyusui Musa, yang ternyata ibunya Musa.

Allahu akbar… Allahu Akbar…Allahu Akbar,
begitu indah sekenario Allah untuk memusnahkan Firaun.

Nabi Musa ‘alaihi salam juga diutus untuk mengajak kaumnya Bani Israil menyembah Allah subhanahu wata’ala, seperti kita ketahui dalam Al-Quran, sifat bani Israil yang selalu membangkang aturan-aturan Allah.

Bahkan Nabi Musa juga dihina, dan dituduh oleh kaumnya bahwa ia memiliki penyakit yang menjijikan, dituduh bahwasanya ia suka berzina, dituduh sebagai seorang penyihir, dan fitnah lainnya.

Nabi Musa ‘alaihi salam juga diburu oleh Firaun yang mengaku sebagai Tuhan dan menentang ajaran yang dibawa Musa, dan memerintahkan bala tentaranya untuk membunuhnya.

Kisah yang sangan familiar di telinga kita tentang kisah Nabi Musa yaitu ia bisa membelah lautan atas seizin Allah, saat ia dikejar oleh Firaun dan tentara Firaun dan Allah juga menenggelamkan mereka.

4. Nabi Isa ‘alaihi salam

Nabi Isa 'alihi salam

Nabi Isa ‘alaihi salam diutus kepada Bani Israil untuk mengajak dan berdakwah agar menyembah Allah subhanahu wata’ala.

Seperti nabi-nabi sebelumnya yang diutus kepada Bani Israil kaum pembangkang untuk beriman kepada Allah, mereka juga membangkang dan tidak mau beriman terhadap apa yang di ajarkan oleh Nabi Isa, bahkan ia juga memburu Isa untuk dibunuh dan disalib.

Tapi Allah menyelamatkannya dengan membuat wajah yang mirip dengannya, dan akhirnya kaumnya berpaling darinya, kemudian Allah subhanahu wata’ala mengangkat Nabi Isa ke langit.

Ia akan turun lagi ke bumi untuk memerangi Dajjal di hari kiamat.

5. Nabi Muhammad shalallohu ‘alaihi wasalam

tempat kelahiran Nabi Muhammad
Source: Pixabay

Sejarah mencatat kesabaran dan cobaan yang dihadapi Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam.

Penentangan terhadap ajaranya dari kaum Quraisy dan keluarganya, dan juga hinaan dan cacian kepada beliau.

Kaum Quraisy juga berencana membunuh Nabi Muhammad, tapi Allah menyelamatkannya.

Begitu banyak cobaan yang dihadapi dari kaum Quraisy di Mekah, dan akhirnya Nabi Muhammad dan kaumnya diperintahkan hijrah ke Madinah.

Di Madinah juga banyak cobaan yang harus dihadapi entah itu dari kaum yahudi yang menentangnya, bahkan sampai terjadi banyak peperangan yang di alami oleh Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam merupakan nabi terakhir, dan ajarannya itu bukan hanya kepada kaumnya tapi juga kepada seluruh manusia.

Gelar ulul azmi yang diberikan Allah kepada kelima nabi dan rasul yang paling kuat kesabarannya dan paling besar cobaannya dari nabi-nabi lainnya.

Semoga kita bisa mewarisi kesabaran para ulul azmi dan bisa menghadapi cobaan dalam berdakwah di jalan Allah subhanahu ‘wata’ala.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: