Montgolfier Bersaudara Merupakan Penemu Balon Udara

Penemu Balon Udara – Montgolfier bersaudara adalah orang Prancis yang merupakan penemu balon udara pertama, dan kakaknya yang mempunyai ide tentang balon udara ini.

Kedua saudara ini akhirnya malakukan beberapa percobaan gagal dan akhirnya mencapai titik keberhasilan mereka.

Keberhasilan mereka menjadi kebanggaan keluarganya, malah mengangkat derajat keluarganya menjadi keluarga bangsawan.

Intinya sesuatu yang kita kejar membutuhkan proses yang lama dan banyak pengulangan.

Biografi Montgolfier Bersaudara

penemu balon udara - Montgolfier Bersaudara
Joseph Michel Montgolfier (kiri) dan Jacques Etienne Montgolfier (kanan)

Dua tokoh bersaudara bernama Joseph Michel Montgolfier lahir pada tanggal 26 Agustus 1740 dan adiknya bernama Jacques Etienne Montgolfier. Keduanya lahir di kota Avignon, Prancis, keluarganya merupakan pembuat kertas pada abad ke-18.

Ayahnya bernama Pierre Montgolfier dan ibunya bernama Anne Duret, dan memiliki enam belas anak.

Penemu Balon Udara

Balon udara
Source: Pixabay

Dari dua bersaudara itu kakak Etenne yaitu Joseph Michel Montgolfier  merupakan orang yang pertama kali yang menemukan ide intuk membuat sebuah balon terbang yang bisa mengangkut orang.

Waktu itu tahun 1777, Josep mengamati tentang sebuah pengering laundry dan melihat jelaga atau sisa pembakaran dari mesin laundy itu, karena hasil pembakaran yang menghasilkan asap membentuk kantung dan menerbangkannya.

Pada bulan November 1782, Josep melakukan eksperimen pertamanya, waktu itu ia memikirkan tentang serangan besar militer terhadap benteng Gibraltar.

Bahwasanya tentara militer itu telah berhasil menembus kedua sisi yaitu darat dan laut.

Dan ia befikir tentang serangan udara dengan menggunakan balon yang mengangkut para pasukan dengan membawa batu bara yang mengandung asap khusus dan properti khusus.

Jadi, balon udara pertama kali ditemukan oleh Joseph Michel Montgolfier dan Jacques Etienne Montgolfier dimana konsep dasar pertama balon udara merupakan ide brilian dari kakanya yaitu Joseph. 

Baca juga: [SEJARAH] Penemu Kipas Angin Kamu Harus Tau

Eksperimen Balon Udara

uji coba
Source: Pixabay

Experimen pertamanya ia mecoba membuat sebuah kotak kayu yang sangat tipis berukuran 1 x 1 x 1,3 m, kemudian ia menutup bagian atas dan bagian sampingn kotak dengan kain taffeta yang ringan.

Setelah semuanya selesai ia langsung menyalakan kertas dari bawah kotak tersebut, dan akhirnya kotak itu bisa terbang ke atas dan menabrak langit-langit ruangan.

Josep pun penasaran akan eksperimen pertamanya dan ia akan melakukan uji coba yang kedua bersama adiknya yaitu Jacques Etienne Montgolfier.

Tanggal 14 Desember 1782, Montgolfier bersaudara akhirnya melakukan eksperimen kedua, mereka membuat sebuah perangkat yang mirip dengan eksperimen pertama sang kakak.

Ukuran perangkatnya 2 kali lebih besar dari sebelumnya, dan juga meningkatkan gaya angkatnya, dan perangkat yang mereka buat berhasil terbang tapi kehilangan kendali saat terbang di atas.

Perangkatnya dapat terbang hingga dua kilo meter atau 1,2 mil, dan hancur setelah mendarat.

Demonstrasi Kepada Publik

Demonstrasi penerbangan
Source: Pixabay

Montgolfier bersaudara akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah balon udara yang didemonstrasikan ke publik. Tujuan mereka ialah supaya membuktikan bahwa merekalah yang meciptakan sebuah penerbangan dengan balon udara.

Dalam demonstrasi kepada publik merekan melakukan beberapa percobaan diantaranya:

Penerbangan Tanpa Awak

Uji pertama penerbangan mereka dengan tanpa awak.

Mereka membuat sebuah balon udara seperti balon dunia (globe aérostatique) yang terbuat dari kain kabung dan tiga lapisan kertas didalamya, dengan sebuah perangkat kotak yang bisa menampung sekitar 225 kg dengan 28.000 ft³ ( 790 m³ ).

Ditambah dengan empat potong (tiga band lateral dan sebuah kubah), di lengkapi dengan tali jaring kuat yang menutupi bagian luar balon. Diselenggarakan secara bersama-sama oleh 1.800 tombol untuk menerbangkannya.

Tanggal 4 Juni 1783 di Annonay, Penerbangannya disaksikan oleh para pejabat dari particuliers États.

Penerbangan mereka berhasil dan merupakan penerbangan pertama mereka secara publik meskipun tanpa awak. Ketinggian balon udara sekitar 5,200 – 6,600 kaki (1,600 – 2,000 meter), dan menempuh jarak sekitar 1,2 mil (2 km). Penerbangan berlangsung selama kurang lebih 10 menit diatas langit.

Keberhasilan mereka membuat semua orang terkagum-kagum, mereka juga akan mengajak saudara-saudaranya datang ke Paris untuk menyaksikan penerbangan selanjutnya.

Baca juga: [SEJARAH] Penemu Mesin Jahit Kamu Harus Tau

Penerbangan Berawak Hewan

balon udara berawak - hewan
Source: Pixabay

Penerbangan kedua yang mereka lakukan kepada publik yaitu menggunakan awak dan hewan menjadi pilihan mereka untuk uji coba yang kedua.

Mereka juga bekerja sama dengan sebuah perusahaan produsen wallpaper sukses yaitu Jean-Baptiste Reveillon.

Etienne membuat sebuah perangkat dengan ukuran 37.500 ft (1.060 m³) dengan kain yang sama yaitu taffeta tapi dilapisi dengan pernis dari tawas (yang tahan api).

Balonnya di cat dengan warna biru langit, dihias dengan berbagai tanda zodiak, matahari dan bunga berwarna emas, hiasan ini merupakan intervensi dari Reveillon sendiri. Balon udara ini dinamai dengan aerostat Reveillon

Pada tanggal 19 September 1783, di istana kerajaan Verssailles yang disaksikan banyak orang. Balon ini menerbangkan mahluk hidup diantaranya: seekor domba, ayam dan bebek.

Penerbangan ini mencapai ketinggian 1.500 kaki (460 meter), dengan jarak sekitar 2 mil (3 km) selama delapan menit di atas langit, balon ini juga mendarat dengan selamat dan tidak ada kerusakan yang patal.

Manusia Pertama Yang menaiki Balon Udara

manusia pertama terbang
Source: Pixabay

Setelah demonstrasi di istana kerajaan Versailles yang berkerja sama dengan perusahaan Reveillon itu sukses mendarat dengan selamat.

Etienne mulai membuat balon udara ketiga dengan perangkat berukuran 60.000 kaki (1.700 m³), dan balonnya bediameter 50 meter.

Dekorasi balon oleh Reveillon dan hampir sama seperti sebelumnya yaitu dengan skema angka emas dengan latar belakang biru langit, dan tambahan wajah Louis XVI, gambar elang emas.

Dan penerbangan yang ketiga ini dinaiki Etienne Montgolfier, ia menjadi orang yang pertama yang bisa terbang ke langit, menaiki balon udara.

Keberhasilan Etienne setelah penerbangannya menggunakan balon udara, di tanggal 15 Oktober 1783. Di hari yang sama juga Pilatre de Rozier menjadi orang yang kedua yang terbang ke langit menggunakan balon udara, dengan ketinggian 80 kaki (24 meter).

Karena perstasi Montgolfier bersaudara yaitu Josep dan Etienne berhasil membuat sebuah penerbangan dengan balon udara yang membawa Etienne terbang ke langit.

Keluarganya Montgofier mendapatkan gelar bangsawan “De Montgolfier” secara turun temurun dari kerajaan Prancis pada masa Raja Louis XVI.

Bulan selanjutnya yaitu pada tanggal 21 November 1783, Pilatre membuat balon udara bersama dengan Marquis d’Arlandes seorang perwira tentara.

Penerbangan ini dimulai dari Chateau de la Muette yaitu daerah dengak Bois de Boulogne (taman), di pinggiran barat Kota Paris. Ketinggian penerbangannya sekitar 3.000 kaki (910 Meter) dengan jarak 9 km selama 25 menit dan mendarat di luar benteng kota Butte Aux Cailles, diantara kincir angin.

Baca juga: [SEJARAH] Penemu Mesin Uap Kamu Harus Tau

Sejarah Balon Udara

sejarah penemu balon udara
Source: Pixabay

Waktu terus berjalan dan balon udara mengalami perubahan yang lebih moderen. Waktu itu juga telah ditemukan hidrogen oleh ilmuan inggris dan Henry cavendis, yaitud engan menambahkan asam sulat , timah atau serutan seng.

Ada yang mengatakan penemu balon udara panas ditemukan 74 tahun sebelum Montgofier bersaudara, oleh seorang bernama Bartolomeu de Gusmao. Tapi klaim dengan beberapa buah deskripsi penemuan ini tidak di akui oleh sejarawan penerbangan, khususnya Federation Internationale Aeronautique.

Meninggal Montgolfier Bersaudara

meninggal dunia
Source: Pixabay

Jacques Etienne Montgolfie sang adik menggal tanggal 26 Juni 1810. Setelah ia mendirikan sebuah perusahaan balon udara The Montgolfier, dan dilanjutkan oleh anaknya.

Adapun kakaknya Joseph Michel Montgolfier memiliki umur yang lebih panjang dari adiknya yang berumur 54 tahun. Sedangkan Joseph eninggal pada tanggal 26 Juni 1810 pada umur 70 tahun.

Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: