Kurikulum | Pengertian, Sejarah, Fungsi, Komponen, Macam-macam, DLL

Pengertian Kurikulum – Kurikulum meiliki peran penting dalam dunia pendidikan formal dalam mencapai kesuksesan belajar, dan mencerdaskan bangsa.

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang apa itu kurikulum mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, komponen, dan macam-macam kurikulum yang ada di Indonesia.

Pengertian Kurikulum

pengertian kurikulum

 

Dalam Undang-Undang no.20 tahun 2003, kurikulum adalah sebuah rencana dan aturan mengenai isi, bahan, beserta cara yang digunakan sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajaran demi mencapai tujuan pendidikan.

Adapun dalam wikipedia kurikulum adalah program pendidikan dan perangkat mata pelajaran yang dibuat lembaga pendidikan yang berisi sebuah rancangan pelajaran untuk peserta didik dalam priode pendidikan.

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

1. Prof. Dr. S. Nasution, M.A

Beliau mengatakan dalam buku yang berjudul “Kurikulum dan Pengajaran” bahwasanya pengertian kurikulum adalah kumpulan rencana yang disusun sebagai metode dalam melancarkan proses belajar mengajar.

Rencana tersebut juga dilakukan di bahaw bimbingan serta tanggung jawab lembaga pendidikan (sekolah) dan pendidik (para pengajar dan stafnya).

2. Dr. H. Nana Sudjana

Dalam bukunya yang berjudul “Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah” beliau mengatakan bahwasanya pengertian dari kurikulum adalah serangkaian niat dan harapan dalam program pendidikan yang dilaksanakan oleh pendidik atau paru guru di sekolah.

Sehingga kurikulum disebut juga sebagai alat dan sarana yang sudah dirumuskan agar tujuan dalam pendidikan bisa tercapai.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, Ciri dan Macam-Macam Model Pembelajaran

Sejarah Kurikulum Pendidikan di Indonesia

pengertian kurikulum
Source : Pixabay

Sejarah kurikulum di Indonesia dari tahun-tahun sebelumnya terjadi beberapa perubahan, bahkan perubahan itu sering terjadi ketika pergantian Mentri Pendidikan.

Hingga saat ini mutu pendidikan di Indonesia belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap.

Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia dimulai sejak 1945 dan mengalami perubahan pada tahun 1947, 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan 2013.

Perubahan yang terjadi merupakan sebuah konsekuensi yang logis akibat perubahan-perubahan dalam sistem politik, ekonomi, sosial budaya, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

Semua kurikulum nsional dirancang berdasarkan landasan yang sama yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, namun perubahan-perubahan yang terjadi karena adanya perbedaan dalam penekanan pokok dari tujuan dan realisasinya.

Fungsi Kurikulum

pengertian Fungsi Kurikulum
Source: Pixabay

Secara luas fungsi kurikulum adalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, dengan alat atau usaha yang telah disediakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tujuan-tujuan pendidikan tersebut diantaranya:

  1. Tujuan nasional yaitu terbentuknya sistem pendidikan secara nasional.
  2. Tujuan institusional yaitu untuk lembaga atau institusi.
  3. Tujuan kurikuler yaitu sistem bidang studi ajar.
  4. Tujuan instruksional yaitu pengajaran untuk bidang studi.

Selain itu fungsi kurikulum juga dibagi kedalam beberapa pengelompokan bedasarkan pihak yang berkaitan diantaranya:

Fungsi Kurikulum untuk Peserta Didik

Fungsi dari kurikulum bagi peserta didik adalah menjadi sarana dalam menimbang kemampuan diri dan konsumsi pendidikan bagi peserta.

Fungsi ini juga berkaitan dengan target-target pengajaran untuk peserta didik agar mudah dalam memahami berbagai materi dan melaksanakan setiap proses dalam pembelajaran.

Dengan adanya kurukulum juga dapat mempermudah peserta didik dalam mengerjakan setiap pelajaran-pelajaran yang dituntuk oleh para guru karena jadwal yang diberikan sudah diatur dan dipetakan.

Fungsi Kurikulum untuk Pendidik

Fungsi dari kurikulum untuk pendidik atau para guru adalah sebagai cara penerapan yang berguna dan sangat membantu dalam mengajar.

Sehingga dengan adanya kurikulum ini pendidik dapat menyampaikan materi ajar untuk para peserta didiknya dengan terstruktur.

Selain sebagai pedoman ajar, pendidik atau para guru juga dapat mengevaluasi tehadap perkembangan peserta didiknya dalam pembelajaran yang diberikan.

Fungsi Kurikulum untuk Orang Tua

Orang tua merupakan faktor penting dalam pendidikan seorang anak, kurikulum akan sangat berpengaruh pada orang tua peserta didik.

Orang tua harus besinergi dengan pihak sekolah dalam pembelajaran ilmu dan pembentukan karakter peserta didik.

Ketidak tahuan orang tua akan kulikulum yang diterapkan anaknya di sekolah akan mempersulit dalam menuntun dan memberikan pengejaran yang sesuai.

Fungsi Kurikulum bagi Sekolah dan Dinas Pendidikan

Fungsi kurikulum bagi sekolah dan dinas pendidikan yaitu sebagai upaya penyeragamman pengetahuan dalan suatu ruang lingkup atau yang lebih besar.

Sehingga tujuan negara dalam mencerdaskan bangsa akan diperoleh ketika kurikulum pendidikan sudah baik dan diterapkan untuk setiap sekolah-sekolah yang ada.

Komponen Kurikulum

komponen dalam sistem pendidikan
Source: Pixabay

 

Ada lima komponen utama dalam kurikulum pendidikan, yaitu: Tujuan, Materi, Strategi, Organisasi dan Evaluasi. Kelima komponen tersebut merupakan komponen-komponen yang saling berkaitan dan tidak dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Berikut penjelasan tentang masing-masing komponen utama dalam kurikulum pendidikan.

1. Tujuan Kurikulum

Tujuan merupakan komponen dalam kurikulum untuk mencapai pendidikan yang baik dan bermutu. Pendidikan sangat penting bagi setiap manusia, bahkan setiap negara mewajibkan kepada warganya agar bisa mengikuti kegiatan pendidikan.

Tujuan pendidikan dalam kurikulum secara umum dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • autonomy 
  • equity 
  • survival 

Sistem pendidikan nasional dalam UUD nomer 20 tahun 2003 mennjelaskan bahwa “pendidikan befungsi untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter dan peradaban bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

dengan adanya kurikulum dalam pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq, berilmu,cakap, mandiri, kreatif, sehat, dan mejadi warga negara yang demokratis yang bertanggung jawab.

Tujuan dalam kurikulum pendidikan dalam Permendiknas no. 22 tahun 2007 memiliki tingkatan diantaranya tujuan pendidikan tingkat dasar, menengah, dan menengah kejuruan.

Selain itu tujuan pendidikan institusional dijabarkan kedalam tujuak kurikuler dimana tujuan tersebut adalah untuk mencapai pengembangan pada setiap mata pelajaran di sekolah atau satuan pendidikan.

2. Materi Kurikulum

Materi dalam kurikulum atau bahan ajar tidak lepas dari teori pendidikan yang dikembangkan.

Pengembangan tersebut dibetuk dari tiga dasar yaitu perenialisme, essensialisme, dan eksistensialisme, atau yang disebut dengan filsafat klasik.

Selain itu penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang paling utama yang disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk teori, konsep, generalisasi, prinsip, prosedur, fakta, istilah, contoh/ilustrasi, definisi, & preposisi.

Adapun dalam praktek dalam menentukan materi bahan ajar memerlukan perhatian terhadap hal-hal berikut, diantaranya: kesahihan (valid), kepentingan, kebermaknaan, kelayakan, & minat.

3. Strategi Kurikulum

Strategi kurikulum dalam pendidikan yaitu berorientasi kepada guru ata pendidik tersebut, dimana ia bisa mendapatkan reaksi secara langsung dari kalangan progresivisme (peserta didik itu sendiri).

4. Organisasi Kurikulum

Organisasi kurikulum menjadikan banyaknya ragam pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum itu sendiri, dan setidaknya dalam pengorganisasian kurikulum memiliki enam ragam, yaitu:

  • Mata pelajaran terpisah (isolated subject),
  • Mata pelajaran berkorelasi,
  • Bidang studi (broad field),
  • Program yang berpusat pada anak (child centered),
  • Inti Masalah (core program),
  • Ecletic Program.

5. Evaluasi Kurikulum

Evaluasi menjadi salah satu komponen dalam sebuah kurikulum pendidikan yaitu untuk memeriksa tingkat ketercapaia tujuan-tujuan pendidikan yang ingin di realisasikan.

Hal ini sebgaimana yang dijelaskan oleh Wright bahwa “curriculum evaluation may be defined as the estimation of growth and progress of students toward objectives or values of the curriculum”.

Evaluasi kurikulum memiliki peranan penting dalam pendidikan sebagai penentu kebijakan pendidikan, atau pengambilan keputusan dalam kurikulum.

Hasil evaluasi yang didapat digunakan untuk memilih dan menetapkan kebijakan pengembangan sistem pendidikan dan model kurikulum oleh para pemegang kebijakan dalam pendidikan atau pun kurikulum.

Konsep Kurikulum Dalam Pendidikan

konsep pendidikan
Source: Pixabay

Menurut pandangan John Dewey konsep kurikulum merupakan rekontruksi yang berkelanjutan, yang dimulai dari pengalaman yang dimiliki murin lalu dipersentasikan dalam pelajaran.

Pada tahun 1957 hampir semua pakar kurikulum sepakat dengan pendapat John Dewey bahwa sumber dari kurikulum itu sendiri adalah dari pengalaman peserta didik.

Hingga pada tahun 1974 pandangan baru dari Ronald C. Doll mengenai kurikulum, ia menyatakan bahwa ruang lingkup kurikulum semakin luas baik dalam isi maupun proses.

Ronald mengatakan ruang lingkup yang luas ini mencakup pengalaman peserta didik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat.

Konsep kurikulum jika diartikan secara luas atau modern tidak hanya mencakup tentang rencana pembelajaran tapi juga mencakup tentang segala sesuatu yang terjadi dalam setiap proses pendidikan di sekolah.

Macam Macam Kurikulum di Indonesia

macam macam kurikulum di indonesia
Source: Pixabay

Dikutip dari kemendikbud.go.id pendidikan di Indonesia sudah berganti kurikulum sebanyak 11 kali, di mulai sejak kemerdekaan yaitu tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, dan 2015.

Berikut 11 kurikulum pendidikan di Indonesia.

1. Kurikulum 1947 

Kurikulum 1947 atau disebut juga dengan Rencana pelajaran tahun 1947 yang merupakan pendidikan di masa awal kemerdekaan.

Suryadi Suryaningrat merupakan mentri yang menjabat sebagai Penyusun dan Pengajaran kurikulum ini.

2. Kurikulum 1952 

Kurikulum 1952 atau disebut dengan “Rencana Pelajaran Terurai” yang memiliki landasan operasional menurut UU no.4 tahun 1950.

Kurikulum ini suda mengarah pada pendidikan nasional yang paling menonjol, dimana setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

3. Kurikulum 1964

Kurikulum ini menyempurnakan dari sistem kurikulum pendidikan yang sudah berjalan, dan diberinama “Rencana Pendidikan 1964.

Kurikulum ini juga memiliki konsep pembelajaran yang aktif, kreatif, dan produktif, selain itu mewajibkan pembimbing supaya bisa memecahkan masalah persoalan sendiri (problem solving).

4. Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

5. Kurikulum 1975

Pada tanggal 17Januari 1975, pemerintah menetapkan kurikulum baru untuk tingkat SMP yang sudah melalui keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaaan Nomor 008-D/U/1975.

6. Kurikulum 1984

Kurikulum 1984 sudah ditetapkan dan diberlakukan berdasarkan keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983, pada tanggal 22 Oktober 1983 mengenai perbaikan kurikulum.

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum 1994 merupakan operasional pendidikan yang tersusun dan diberlakukan sejak ajaran 1994/95 hingga 2003/04.

Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1984 sesuai UU no.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

8. Kurikulum 2004 atau KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 2004 namun ada sekolah-sekolah yang sudah menerapkan kurikululum ini di tahun sebelum penetapannya.

Secara materi kurikulum ini sama seperti kurikulum 1994, adapun perbedaannya terletak pada cara para murid belajar di kelas.

9. Kurikulum 2006 atau KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Kurikulum ini sudah ditetapkan di sekolah-sekolah dimulai tahun ajaran 2007/08 yang mengacu pada standar isi (SI) dan Setandar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk tingkar SD dan SMP.

Diterbitkan melalui Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No.22 dan No.23 tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Pengertian, Macam-macam, Fungsi, Komponen, tujuan KURIKULUM

10. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 atau disebut juga dengan “Kurtilas” atau “K-13” merupakan sistem operasional pendidikan yang diberlakukan pemerintah untuk menggantikan KTSP atau kurikulum 2006.

Pada pertengahan tahun 2013 kurikulum ini sudah diimplementasikan secara terbatas pada sekolah-sekolah perintis yakni SD (kelas 1 dan 4), SMP (kelas 7), dan SMA/SMK (kelas 10).

Jumlah sekolah perintis waktu itu sebanyak 6.326 sekolah terebar di seluruh provinsi di Indonesia.

11. Kurikulum 2015

Kurikulum ini merupakan sistem operasional pendidikan yang masih dalam tahap penyempurnaandari kurikulum sebelumnya yaitu K-13.

Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: