Pengertian LED | Sejarah, Fungsi, Cara Kerja, DLL

Apa yang kalian ketahui tentang LED, apa itu LED? mungkin dari kita ada yang belum tahu pengertian, fungsi, cara kerja, dan lainnya dari sebuah teknologi LED.

Padahal teknologi LED ini bahkan sudah kita rasakan di kehidupan sehari-hari kita, mulai dari lampu LED untuk ruangan, LED untuk alat-alat elektronika, LED untuk remot kontrol, smartphone, TV LED dan masih banyak lagi penggunaan dari teknologi LED ini.

Disini saya akan membahas tentang teknologi LED, semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Pengertian LED (Light Emitting Diode)

pengertian LED
Source: Google – pengertian LED

Apa itu LED?? LED merupakan singkatan dari light emitting diode yaitu suatu semi-konduktor yang mengeluarkan/memancarkan satu warna cahaya (monokromatik) dengan bentuk cahaya elektromagnetik (koheren) ketika dialiri tegangan maju.

Warna yang dipancarkan dari lampu LED ini tergantung dari bahan yang dipakai pada semi-konduktor, sehingga gejala ini disebut dengan elektroluminesensi.

Lampu LED memiliki beragam warna yang dihasilkan tergantung dari semi-konduktornya. Selain itu lampu LED juga bisa menghasilkan cahaya ultraviolet atau cahaya yang tidak nampak oleh mata yaitu inframerah.

Bentuk LED yaitu seperti sebuah bohlam yang berukuran kecil, dan biasanya lampu ini digunakan dalam keseharian kita di berbagai macam alat elektronika.

berbeda dengan lampu bohlam yang mengeluarkan panas, lampu LED tidak melakukan pembakaran filamen sehingga cahaya yang dihasilkan tidak menimbulkan panas.

Baca juga: Macam Macam Topologi Jaringan Pada Komputer Beserta Penjelasannya

Sejarah Teknologi Lampu LED (Light Emitting Diode)

pengertian LED
Source: Google – Pengertian LED

Sejarah awal penemuan teknologi LED ini dimulai dari seseorang yang bernama Henry Joseph Round pada tahun 1907. Ia menemukan bahan anorganik yang dapat menyala ketika dialirkan dengan arus listrik.

Pada tahun 1921, seorang ilmuan fisika rusia yang bernama Oleg Lossew yang menemukan putaran efek pada emisi cahaya. Hingga tahun 1947 ia bisa menjelaskan perihal penemuan dan mempraktekkannya.

Pada tahun 1951, dikembangkan sebuah transistor dalam semikonduktor.

Pada tahun 1962, Nick Holonyak mengembangkan luminescense merah pada dioda tipe GaAsP. Pada tahun inilah merupakan awal lahirnya teknologi LED.

Pada tahun 1971, lampu LED dikembangkan dengan beragam warna seperti orange, hijau, dan kuning. Selain itu kinerja dari LED ini semakin maju.

Pada tahun1993, ilmuan jepang menemukan LED yang mengeluarkan cahaya biru dengan spektrum hijau (InGan Diode).

Pada tahun 1995, LED yang berwarna putih dibuat.

Setelah itu teknologi LED semakin hari semakin maju dengan pengaplikasian untuk berbagai kebutuhan, dan hingga saat ini LED sudah menjadi kebutuhan.

Simbol Dan Bentuk LED (Light Emitting Diode)

pengertian LED
Pengertian dari Simbol LED

Dalam dunia elektronika lampu LED digunakan untuk mengenali komponen-komponen elektronika dengan warna-warna LED.

Simbol lampu LED memberikan ciri khas yang bisa langsung kita kenalidalam skema rangkaian atau layout pcb.

DAri gambar di atas bisa kita lihat bahwa simbol LED memiliki dua kaki atau kutub yang berbeda yaitu katoda dan anoda.

Simbol ini juga menunjukan bahwa rangkaian LED tidak boleh terbalik, jika dipasang terbalik maka LED tidak bisa dialiri tegangan listik dan tidak akan menghasilkan cahaya.

Baca juga: Sejarah Microsoft Word

Fungsi LED (Light Emitting Diode)

Fungsi LED sangat banyak terutama dalam perangkat elektronik yang digunakan sehari-hari, bahkan bukan hanya dalam dunia elektronika saja, lampu led bisa digunakan untuk berbgai keperluan yang memerlukan LED sebagai komponennya.

Fungsi lampu LED bisa kita temukan jika kita hubungkankan dengan penggunaan sehari-hari, contohnya:

  1. LED berfungsi sebagai sensor infrared pada remote TV, remote AC, dan remot-remot lainnya, bahkan smartphone juga memasang led ini untuk fitur infrared-nya.
  2. Teknologi LED sudah banyak digunakan pada untuk layar monitor komputer atau televisi.
  3. LED digunakan untuk lampu indikator atau petunjuk dalam rangkaian elektronika dengan ragam warnanya.
  4. LED juga digunakan pada kendaraan bermotor sebagai lampu sen, atau lainnya.
  5. dan masih banyak lagi penggunaan LED dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

Karen LED (Light Emitting Diode) merupakan keluarga dari dioda yang terbuat dari semi-konduktor, cara kerja dari LED ini yaitu hampir mirip dengan dioda lainnya yang menggunakan dua kutub yaitu anoda (+) dan katoda ().

LED akan memancarkan cahaya apa bila dialiri dengan tegangan listrik maju (bias forward) dari anoda ke katoda yang bisa digolongkan sebagai proses transduser.

Chip yang terbuat dari semikonduktor yang di droping (proses menmbahkan impurty atau ketidakmurnian yang akan menghasilkan listrik) akan menciptakan junction P dan N.

Warna Warna Pada lampu LED

 

Warna LED memiliki berbagai macam berdasarkan semi konduktornya dan yang ada saat ini dan biasa digunakan diantaranya:

  1. Warna Merah,
  2. Warna Hijau,
  3. Warna Biru,
  4. Warna Kuning,
  5. Warna Jingga atau
  6. warna infrared.

Warna-warna diatas berbeda berdasarkn bahan panjang gelombangnya (wavelengt) dan senyawa semi-konduktor yang digunakannya.

berikut adalah bahan dan senyawa semi-konduktor yang digunakan untuk menghasilkan warna-warna tersebut:

BahanWavelenghtWarna
Gallium Indium Nitride (GainN)450nmPutih
Silicon Carbide (SiC)430-505nmBiru
Allumunium Gallium Phosphide (AlGaP)550-570nmHijau
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP:N)585-595nmKuning
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP)605-620nmJingga
Gallium Arsenide Phosphide Nitride (GaAsP)630-660nmMerah
Gallium Arsenide (GaAs)850-940nmInfra merah

Kelebihan Dan Kekurangan Lampu LED

Sejak teknologi LED diperkenalkan kepada masyarkat, lampu-lampu penerang yang biasanya menggunakan bohlam sekarang digeser oleh tenknologi LED ini.

Meskipun lampu LED ini memiliki berbagai kelebihan, lampu ini juga masih memiliki kekurangan yang harus diperbaiki.

Kelebihan Lampu LED

  1. Lampu yang menggunakan teknologi LED lebih hemat energi,
  2. Lebih aman,
  3. Awat atau tahan lama dibandingkan jenis lampu lain,
  4. Tidak memancarkan panas, sehingga faktor ini yang menjadikan lampu ini hemat energi,
  5. Lebih terang.

Kekurangan Lampu LED

  1. Harga lampu LED terbilang mahal daripada lampu lainnya,
  2. Penggunaan lampu LED ini belum menyeluruh ke berbagai daerah.

Baca juga: Wireless LAN | Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Komponen WLAN

Mengetahuni Polaritas Pada Lampu LED

cara untuk melihat molaritas pada lampu LED yang terdapat pada terminal Anoda (+) dan Katoda () yaitu dengan mengetahui ciri-ciri dari kedua terminal itu ciri-cirinya sebagai berikut:

Ciri-ciri pada terminal Anoda (+):

  1. memiliki kaki yang lebih panjang,
  2. lead frame yang kecil.

Ciri-ciri pada terminal Katoda ():

  1. memiliki kaki yang pendek,
  2. lead frame yang besar,
  3. posisinya terletak di sisi flat.

Tegangan Maju Pada Lampu LED

Setiap warna LED perlu dialiri dengan tegangan maju (forward dias) supaya bisa menghasilkan cahaya dengan warna yang diinginkan. Tegangan maju juga memerlukan sebuah resistor sebagai pembatas arus dan tegangan, supaya tidak ada kerusakan pad LED.

Selain itu LED yang dipasang resistor karena forward dias-nya termasuk kedalam golongan tegangan yang rendah. Berikut tabel warna LED dan tegangan maju (forward dias):

Warna LEDTegangan Maju @20mA
Putih4,0V
Biru3,6V
Hijau3,5V
Kuning2,2V
Jingga2,0V
Merah1,8V
Infra Merah1,2V

5 Manfaat Lampu LED Dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika kita memaki lampu bohlam dan kita ingin menggantinya dengan lampu lain, makan lampu LED merupakan rekomendasi untuk pengganti lampu bohlam.

Meskipun harganya relatif mahal, lampu LED sudah terbukti dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan, dan juga manfaatnya.

Berikut beberapa manfaat dari lampu LED dibandingkan dengan lampu Bohlam, diantaranya:

  1. Hemat tenaga, perlu kita ketahui bahwasanya lampu LED sendiri energi yang dibutuhkan adalah 1/30 perbandingan yang biasa digunakan satu buah bohlam. Maka dari itu lampu led lebih hemat tenaga dibandingkan lampu bohlam.
  2. Memiliki ukuran yang lebih kecil, dengan ukuran yang kecil lampu LED bisa digunakan di ruangan yang tidak bisa dipasang oleh bohlam biasa. Ukuran lampu LED biasanya 3 mm hingga 8 mm. Selain itu lampu LED juga bisa digunakan berangkai, ataupun individu.
  3. Tahan lama, dikatakan bahwasnya lampu LED ini bisa bertahan hingga 30.000 sampai 50.000 jam pemakaian. Jika dibandingkan dengan lampu bohlam sekitar 1000 hingga 2000 jam pemakaian.
  4. Tidak panas, berbeda dengan lampu bohlam atau pun lampu lainnya yang memancarkan 80% hingga 90% energinya menjadi panas. Sedangkan untuk lampu LED sendiri ia akan tetap dingin meskipun digunakan berjam-jam, sehingga menjadikan lampu ini mengeluarkan energi dengan sangat efisirn.
  5. Cahaya putih yang lebih terang, lampu LED yang biasa digunakan mengeluarkan cahaya putih yang terang sehingga ruangan akan terasa lebih nyata. Berbeda dengan lampu bohlam yang mengeluarkan cahaya kuning, dan lampu flourens yang memancarkan cahaya yang cenderung berwarna biru atau hijau.

 

Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: