Perbedaa Antara Google Chrome dan Chromium [Lengkap]

Hampir setiap android pasti memiliki web browser bawaan yaitu Google Chrome, browser ini sangat populer dan banyak digunakan oleh orang-orang. Tapi ternyata Google Chrome adalah salah satu proyek dari aplikasi pramban yang open-source bernama Chromium. Lalu apa perbedaan Google chrome dan Chromium??

Sejarah singkat google chrome

Source: Pexels

Google Chrome adalah aplikasi peramabang seperti Mozill Firefox, Opera, Microsoft EDGE, dan lainnya. Proyek chrome merupakan pengembangan Chromium yang berada di bawah perusahaan Google, dengn kombinasi atara layanan-layanan mereka.

Web peramban Google Chrome menggunakan mesin rendering Webkit hingga versi 27, dengan tujuan agar bisa bekerja dengan cepat namun tetap ringan untuk perangkat desktop atau pun mobile.

Perbedaan antara Google Chrome dan Chromium

Berikut perbedaan antara Google Chrome dan Chromium dilihat dari beberapa aspek:

Bentuk dan model untuk kedua browser ini sama, akan tetapi bebeda dari segi warna. Untuk Chrome sendiri karena ia merupakan browser yang dikembangkan oleh google memiliki warna yang cerah seperti warna yang digunakan logo google. Adapun untuk Chromium sendiri memiliki warna yang lebih pucat dengan warna biru pasif.

Paket Instalasi

Untuk paket instalasi yang digunakan keduanya, Google Chrome memiliki paket resmi di bawah dukungan google. Jika anda pengguna linux dan menggunakan system 32bit maka Google Chrome sudah menghapus dukungan system ini. Kecuali anda menggunakan system 62bit maka pengguna linux masih bisa menggunakannya.

Untuk itu kalian bisa menginstall Chromium karena paket aplikasinya di bawah dukungan komunitas untuk masing-masing distro linux. Bahkan untuk setiap distro sudah menyediakan paket instalasi untuk Chromium.

Pendistribusian Paket

Seperti yang telah disinggung di atas untuk paket instalasi, google memiliki distribusi untuk chrome jadi setiap kode program yang akan rilis diperiksa oleh developer google. Disisi lain untuk Chromium, setiap versi yang akan dirilis pendistribusiannya di bawah pengawasan komunitas masing-masing distro Linux.

Bahkan setiap distro linux bisa jadi versi chromium yang kita dapatkan kan berbed-beda.

Media Codec atau Dukungan AAC, H.264, dan MP3

Google chrome memiliki dukungan untuk media codec berlisensi yang memberikan kita akses dengan beragam konten media yang lebih luas, terkhusus untuk situs-situs yang menggunakan video HTML5 sebagai streaming video h.264. Sementara itu, untuk chromium sendiri ia memiliki dukungan akses yag terbatas, tapi kedua browser ini menyediakan codec dasar yang free seperti: Opus, Vorbis, Theora, VP8, VP9, dan WAV.

Namun untuk dukungan property seperti: AAC, H.264, dan MP3, Google Chrome memiliki dukungan itu, sehingga menjadi keunggulan dari pada Chromium. Namun sekarang dukungan AAC, H.264, dan MP3 sudah tidak property langi akan tetapi sudah menjadi free.

Baja JugaApa itu Javascript??

Adobe Flash (PPAPI)

Google chrome menyertakan plug-in Flash API Pepper API (PPAPI) yang akan diperbarui secara berkala oleh google dengan update otomatis. Adapun di windows dan Mac yang menjalankan chrome, PPAPI menjadi plug-in yang lebih baik daripada plug-in lamanya yaitu NPAPI Flash dari Adobe.

Namun, bisa saja untuk Chromium mendapatkan plug-in Pepper Flash dari chrome lalu menginstallnya di Chromium, jika kita mau.

Google Update secara Otomatis

Google memiliki pembaruan otomatis dengan google update, dimana untuk pengguna Windows ataupun Mac akan mendapatkan versi terbaru dengan pembaruan seperti tambahan aplikasi latar belakang, dan pembaruan ini didapatka secara otomatis.

Adapun untuk pengguna Chromium tdi beberapa distro Linux yang menggunakan alat manajement prangkat lunak standar mereka atau update dyang dibuat dengan paket tertentu.

Batasan Ekstensi di Chrome Web Store

Meskipun Chromium memiliki akses untuk mengaktifkan ekstensi di Chrome web store ia memiliki batasan untuk ekstensi. Berbeda halnya dengan Chrome dimana google menonaktifkan ekstensi yang tidak dihosting di Chrome web store atau sebagai dukungan utama chrome.

Laporan Kerusakan dan Kesalahan

Bagi pengguna Google chrome mereka bisa memilih untuk pelaporan statistik tentang kerusakan atau kesalahan ke pihak google supaya di analisis. Dengan adanya laporan ini kita bisa mendapat tanggapan yang menyangkut data umum seperti: informasi perangkat, sistem operasi, situs kunjungan yang memiliki virus atau malware, pengaturan Google chrome, dan lainnya.

Berbeda halnya dengan Chromium yang tidak memiliki fitur untuk membuat laporan kerusakan dan statistik penggunaan.

Keamanan Sandbox

Pengguna browser chromium dalam beberapa distro linux bisa menonaktifkan sandbox security. Bagi penggunanya yang ingin navigasi ke sandbox chromium bisa mengaktifkan atau memfungsikannya secara default. Dan fitur ini menjadi keunggulan dari Chromium daripada Google chrome.

Baja JugaSoftware Pengolah Kata Untuk Membantu Pekerjaanmu

Memasang Chromium??

Source: Google

seperti yang sudah disinggung di atas, untuk pemasangan Chromium di Linux kita sering mendapatkan paket instalasi langsung dari distro linux yang kita gunakan. Misalnya anda bisa dengan mudah memasangnya di software store Ubuntu.

Namun jika kita pengguna Windows atau MacOS maka untuk memasang Chromium akan sedikit lebih sulit. Meskipun mendapatkan Chromium resmi, tapi kita tidak akan mendapatkan pembaruan secara otomatis.

Spyware di kedua Browser ini??

Source: Alphr

Google Chrome yang memiliki fitur pelaporan kerusakan dan kesalahan dimana ini tidak ada dalam Chromium. Jika kita menggunakan fitur ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas maka informasi tentang kerusakan dan kesalahan akan dikirim ke google.

Sementara itu untuk Chromium karena tidak memiliki fitur ini makan kita harus mencari bug-bug dengan cara lama. Distribusi Linux juga bisa memodifikasi kode pada Chromium, namun jika kita tidak mau ribet lebih baik kita menggunakan Google Chrome daripada Chromium.

Namun, untuk Chromium sendiri ia mencakup banyak fitur yang bergantung pada server google dan aktif secara default, dimana kita akan melihat fitur-fitur ini tercantum dalam pengaturan Chromium. Fitur-fitur itu termasuk diantaranya layanan web yang membantu untuk memperbaiki alamat web yang typo, fitur prediksi, anti-pishing google, dan banyak lagi.

Baja JugaApa Itu C++?? Pengertian, Sejarah, Struktur, Kelebihan, DLL

Jadi, Mana yang Lebih Baik Google Chrome atau Chromium??

Chromium bagus karena memungkinkan untuk pengguna distro linux yang memerlukan software open-source yang identik dengan Google Chrome dengan kegunaan yang hampir sama. Atau kita mencoba untuk menghindari closed-source bits, maka Chromium cocok untuk kita.

Namun, jika pengguna linux yang tidak begitu tertarik dengan perangkat lunak open-source dan menginginkan fitur-fitur yang lebih lengkap, fitur Flash Player yang baik, dan membuka banyak konten media online.

Atau jika kita bergantung pada layanan yang disediakan google misalnya: Gmail, google smart save password, google sync, dan layanan-layanan google lainnya, maka Google chrome cocok untuk kita.

Daripada kalian bingun milih mana yang lebih baik, sebaiknya kalian coba semuanya, lagi pula browser yang bagus selain chrome juga ana misalnya: Mozilla Firefox, Opera dan lainnya.

Cara menghapus Chromium di Windows

Source: All Things How

Di Windows ada istilah virus-chromium, sebenarnya itu bukan virus karena kita bisa menghapusnya dengan mudah, Lalu bagimana cara menghapus chromium di Windows 7, 8, atau 10??

  1. Pergi ke Star Menu → Control Panel → Program and Features lalu mencari chromium dan meng-uninstall. Kemudian kita juga harus menghapus folder chromium yang tersembunyi caranya:
  2. Buka Windows Explorer → Organize → Folders and Search Option → Tab View dan beri tanda pada Show hidden files, folders,or drives.(untuk melihat file yang dihidden dan kita bisa menghapusnya.)
  3. Setelah itu kalian tinggal pergi ke jendela explorer untuk menghapus file sisanya dan masuk ke Local disk C: → Users - pilih nama komputer anda → App Data (folder blur / hidden) → Local - Chromium.

Mungkin cukup sekian Terimakasih banyak
Wasalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Default image
Nabil Tedjamaja
Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: