product market fit
PENGETAHUAN UMUM

Produk Market Fit: Pengetian, Contoh dan Penjelasannya

Di dunia startup istillah produk market fit sudah tidak asing lagi dan sering diperbincangkan dalam membahas bisnis sehari-hari.

Melihat pentingnya produk market fit di era sekarang tentunya setiap perusahaan harus memulai korelasi tersebut untuk meningkatkan bisnis di perusahaan.

Kita harus bisa memahami, mempelajari dan meng-action konsep produk market fit ini.

Disini kita akan meberikan wawasan tentang konsep ini yang dimulai dari apa itu market fit, contoh perushaan, seberapa penting, dan cara mengukur sebuah produk market fit.

Apa itu Produk Market Fit?

Pengertian atau definisi dari produk market fit adalah sebuah konsep bisnis namun istilahnya sendiri masih tumpang tindih, karena termasuk baru di dunia bisnis yang intinya.

Marc Andreesen orang yang pertama yang mendefinisikan konsep ini sebagai “The Only Thing That Matters”.

“Product market fit means being in a good market with a product that can satisfy that market”

yang artinya “Produk yang berada di pasar yang baik dengan produk yang bisa memuaskan pasar tersebut”

Ada juga beberapa sumber yang mengistilahkan / mendefinisikan produk market fit sebagai berikut:

productplan.com mendefinisikan sebagai sebuah konsep atau skenario membeli, menggunakan, dan juga menyebarkan informasi produk yang dilakukan oleh para pelanggan.

Contoh Perusahaan dengan Produk Market Fitnya

Banyak prusahaan-perusahaan bersar yang menerapkan konsep ini diantaranya:

1. Google

Google merupakan perusahaan besar yang memiliki berbagai layanan dan produk yang ditawarkan untuk para konsumennya.

Salah satu konsep produk market fit dari perusahaan ini ada penawaran nilai lebih pada layanan pasang iklan seperti AdSense.

Layanan atau produk ini berawal ketika menyadari bahwa banyak peusahaan bisnis yang membutuhkan tempat untuk beriklan. Aengan adanya AdSense para pengguna sekaligus pelanggan berlomba dan juga besaing untuk memasarkan iklan kepada pelanggan lainnnya.

2. Netflix

Siapa yang tidak tahu dengan perusahaan yang satu ini, Netflix merupakan perusahaan besar yang telah menjalan kan konsep produk market fit dan telah mencapai kesuksesan.

Awal mula dari sebuah usaha peminjaman DVD hingga beradaptasi ke layanan yang lebih mudah dan juga praktis bagi konsumennya seperti sekarang ini.

Layanan dan produk dari Netflix menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan konsumen sehingga merasa puas, berlangganan, dan mencapai kesuksesan dalam produk market fitnya.

Pentingnya Produk Market Fit

Apa pentingnya product market fit?, Setelah melihat dari perusahaan besar yang menerapkan konsep ini dan mendapatkan pencapaian sebuah produk / layanan yang goal, tentu hal ini sangat dibutuhkan oleh para perusahaan.

Ketika seorang pemodal atau investor yang ingin menanam bodal di sebuah startup tentunya ia akan melihat produk market fitnya, karena ketika konsep produk market fitnya jelas pastinya ia akan menerima.

Bahkan bisa saja dengan produk market fit yang rancang bisa mendatangkan pemodal atau infestor untuk melakukan kerja sama tanpa harus adanya pengajuan.

Produk market fit ini bukan sekedar pekerjaan untuk para CEO, tim produk, dan marketing lebih dari itu konsep ini juga merupakan tanggung jawab bagi semua divisi atau jobdi sebuah perusahaan baik itu sales, finance, IT support, business development, dan lainnya.

Cara Mengukur Produk Market Fit

Beberapa hal yang harus kita pahami dalam mengukur produk market fit, hal ini bisa kita lakukan untuk mengembangkan dan juga pencapaian keberhasilannya.

Net Promotor Score (NPS)

Singkatnya NPS merupakan metode dalam mencapai kepuasan pelanggan dengan melihat hasil dari loyalitas konsumen dengan sekala angka -100 sampai 100 dengan metode pertanyaan kepada konsumen / pelanggan.

Churn rate dan retention rate

Merupakan dua matrik yang bisa digunakan untuk mengukur pencapaian produk market fit dengan melihat kepuasan pelanggan dari penggunaan produk dalam waktu tertentu setelah penggunaan pertama.

Bounce rate

Bounce rate ( rasio pentalan ) sebuah cerminkan pencapaian posisi dengan mencocokan produk dan market.

Bounce rate yang tinggi dikarenakan konsumen langsung meninggalkan produk kita tanpa adanya interaksi.

Semakin rendah bounce rate maka semakin bagus, idealnya dibawah 60% bisa dibilang bagus.

Customer lifetime value (CLV)

CLV merupakan metrik yang menunjukan keuntungan yang akan didapat oleh konsuen selama penggunaanya.

Jika nilai customer lifetime value-nya semakin tingga, bisa jadi pencapaian produk market fit perusahaan tersebut sudah dicapai.

Memahami lead dan pelanggan

Perusahaan harus bisa memahami dan juga mengkonversi lead dan juga pelanggan, karena ini merupakan dua hal yang sangat penting untuk mencapai produk market fit.

Ketika minat lead untuk melakukan pembelian lanjut rendah dan kurang puas, maka perlu peningkatan dan perbaikan produk supaya bisa memenuhi ekspetasi yang diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: