Wireless LAN | Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Komponen WLAN

Teknologi Wireless LAN membawa banyak perubahan, teknologi ini sangat membantu dan memudahkan kita dalam pekerjaan yang lebih efektif dan juga praktis.

Teknologi ini praktis karena menggunakan jaringan nirkabel alias tanpa kabel, berbeda halnya dengan jaringan-jaringan lain seperti: WAN, MAN, dan LAN.

Di artikel ini saya akan membahas tentang teknologi Wireless LAN atau jaringan nirkabel.

Pengertian WLAN atau Wireless LAN

wireless LAN adalah
Source: Pixabay

Mungkin dari kita ada yang pernah bertanya apa itu WLAN?, bahwasanya WLAN atau Wireless LAN (Local Area Network) adalah salah satu jaringan area lokal yang mentransmisi media dengan gelombang radio.

WLAN menggunakan jaringan nirkabel (tanpa kabel) untuk menghubungkan ke jaringan pengguna lain di area sekitar, sehingga Wireless LAN disebut juga sebagai jaringan nirkabel atau jaringan wireless.

Selain itu frekuensi radio yang digunakan jaringan ini untuk koneksi, transmisi data, atau point access (titik akses) adalah transiver dua arah yang bekerja di 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) hingga 5 GHz (802.11a).

Kebanyakan perangkat jaringan ini menggunakan kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b, akomodasi IEEE 802.11g, serta memberikan level keamanan seperti WEP/WPA.

Baca juga: Macam Macam Topologi Jaringan Pada Komputer Beserta Penjelasannya

Sejarah dan Perkembangan WLAN atau Wireless LAN

Wireless LAN adalah
Source: Wireless

Jaringan WLAN (wireless LAN) dikembangkan oleh Norman Abramson seorang profesor di Hawaii University yang mengembangkan ALOHnet sebagai jaringan nirkabel pertama di Dunia. Tahun 1971 sistem ini mulai dioperasikan dan disebarkan ke empat pulau untuk memulai komunikasinya.

Setelah itu perusahaan IBM dan Hewlett Packard merancang teknologi wireless LAN dengan teknologi infrared sementara HP, namun belum sesuai standar IEEE (Institute of Electrical And Electronics Engineer).

Pada tahun 1985 FCC (Federal Communications Commission – Badan Regulasi Teknologi Komunikasi AS) menetapakan pada pita (ISM Band) industri, medis, dan sains yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang tidak terlisensi, dan akhirnya jaringan WLAN dikembangkan secara komersil.

Pada tahun 1990 jaringan WLAN sudah dipasarkan dalam berbagai prngkat/produk dengan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM. Frekuensi jaringan ini sudah terlisensi dengan 18-19 GHz dan teknologi IR dengan rate >1 MBps.

Pada perkembangannya perubahan dan juga spesifikasi baru bermunculan, salah satu tipe 802.11b, IEE dengan spek baru 802.11 yang menggunakan freq 5 GHz dengan data rate kurang lebih 54 MBps.

Baca juga: Pengertian LED | Sejarah, Fungsi, Cara Kerja, DLL

Fungsi dan Cara Kerja WLAN atau Wireless LAN

Fungsi utama Wireless LAN adalah untuk mengakses jangkauan wilayah LAN atau area lokal menggunkan jaringan nirkabel (tanpa kabel) dengan frekuensi radio.

Jaringan tersebut dibangun dari empat komponen utama yaitu: Access point, mobile atau desktop PC, wireless LAN interface, dan atnena.

cara kerja data yang bisa diakses tanpa kabel alias melalui udara yaitu menggunakan glombang elektromagnetik dengan teknologi spread spectrum technology (SST).

Teknologi ini mampu membuat penggunanya bisa menggunakan satu pita frekuensi secara bersamaan.

Teknologi ini juga merupakan salah satu pengembangan dari teknologi sebelumnya yaitu Code Division Multiple Access (CDMA).

Teknologi SST menggunakan dua pendekatan metode, yaitu:

  1. Direct Sequence Spead Spectrum (DSSS) yaitu metode yang bisa mentransfer sinyal ke pita frekuensi tetap sebesar 17MHz. Metoode ini menggunakan direct sequence yaitu memancarkan sinyal dengan lapisan (multipex) dengan signature yang mengurangi noise dan interferensi. Kode yang sudah sesuai dengan frekuensi maka akan diproses sedangkan kode yang tidak sesuai akan diabaikan.
  2. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) yaitu metode transmisi sinyal radio ke pita frekuensi tetap dengan 1MHz. Selain itu FHSS mengubah frekuensi pembawa di antara frekuensi lain yang menggunakan pita spektrum besar.
    Prinsip metode ini menggunakan pita yang sempit bergantian dalam pemancaran sinyal secara priodik yang berpindah dari satu kanal frekuensi ke kanal lainnya antara 20 hingga 400 milidetik.

Produk dan vendor wireless pada perangkat yang mengembangkan spred spectrum 2,4GHz, diantarnya:

  1. Cisco Systems Aironet 340 Series
  2. Lucent Technologies Orinoco
  3. Nokia A020, A032
  4. 3Com AirConnect
  5. Apple Computer AirPort
  6. Enterasys RoamAbout
  7. BreezeCOM BreezeACCESS, BreezeNET PRO 11, and BreezeNET DS.11
  8. Intermec Intermec 2101, 2100, and 2102
  9. Nortel Networks e-Mobility
  10. Proxim Harmony, RangeLAN-DS, RangeLAN2, Symphony, and Stratum
  11. Symbol Technologies Spectrum24

Selain itu ada beberapa teknologi alternatif selain spread spectrum dengan FHSS atau DSSS, berikut ada 3 teknologi alternatif, diantaranya:

  1. Bluetooth
  2. HiperLAN 2
  3. IEEE 802.11

Penjelasan tentang komponen-komponen pembangun WLAN akan dijelaskan di heading bagian bawah.

Kelebihan dan Kelemahan WLAN atau Wireless LAN

Kelebihan dan Kelemahan WLAN atau Wireless LAN
source: Linkedin

Meskipun kelebihan dari WLAN atau wireless LAN membawa banyak perubahan, tentunya tidak menutup kemungkinan teknologi ini masih memiliki kekurangannya.

Berikut kelebihan dan juga kekurangan dari WLAN atau Wireless LAN (local area network):

Kelebihan WLAN (Wireless LAN)

  1. mobilitas yang tinggi, yaitu pengguna memungkinkan untuk mengakses informasi dimana saja tidak terpaku pada tempat dan tentunya dalm jangkauan jaringan WLAN. Selain itu meningkatkan kuwalitas produktivitas dan layanan.
  2. instalasi yang mudah dan praktis, yaitu pemasanga-pemasangan komponen yng dibutuhkan dapat dilakukan tanpa harung memasng kabel-kabel yang rumit karena bersifat nirkable. Selain itu WLAN sudah terpasang pada setiap semartpone atau laptop yang biasa kita pakai, mudah tinggal pakai.
  3. fleksibel, yaitu memungkinkan pengguna untuk membuat jaringan tanpa kabel.
  4. digunakan diberbagai tempat atau bisa berpindh tempat dengan mudah karena tanpa kabel.
  5. biaya yang dibutuhkan relatif murah daripada jaringan yang menggunakan kabel.
  6. scalable, yaitu bisa digunakan di berbagai topologi jaringan komputer sesuai kebutuhan.

Kelemahan WLAN (Wireless LAN)

  1. keamanan dan juga kerahasian yang minim sehingga orang lain bisa saja mengakses data secara ilegal.
  2. resiko penundaan atau delay yang besar.
  3. resiko terjadiny masalah sinyal yang dipncarkan, bisa saja terhalang oleh tembok, atau sumber interfrensi lainny.
  4. kapasitas jaringan dengan keterbatasan spektrum, yaitu pita frekuensi yang tidak bisa diperlebar, namun alhasil bisa kita manfaatkan secara efisien.

Komponen Komponen WLAN

Komponen Komponen WLAN

Dalam jaringan WLAN setidaknya terdiri dari 3 atau 4 komponen yang dibutuhkan, berikut komponen-komponennya:

1. Desktop atau Mobile PC

komponen LAN
Source: ClipartKey

Dekstop atau mobile PC merupakan perangkat yang digunakan penggunanya untuk menghubungka/mengkses ke jaringan Wireless LAN.

Port PCMCIA biasanya sudah terpasang pada Mobile PC, sedangkan untuk dekstop PC biasanya harus menggunakan adapter wireless tambahan pada port USB atu PCI card.

2. Access Point (titik point)

kompenen WLAN
Source: Google

Access Point atau titik akses merupkan perangkat dalam komponen WLAN yang merupakan pusat koneksi pengguna ke penyedia layanan provider.

Titik akses ini berfungsi sebagai perangkat yang mengkonversi sinyal dari frekuensi radio (RF) ke sinyal digital dan akan disalurkan ke media kabel, atau ke perangkat lain, kemudian diubah lagi ke sinyal radio.

3. Wireless LAN Interface

Wireless LAN Interface

WLAN interface merupakan salah satu perangkat komponen pada jaringan WLAN yang dipasangkan pada desktop atau mobile PC. Perangkat ini dikembangkan dalam bentuk PCMCIA card (Personal Computer Memory Card International Association) secara masal, baik itu melalui USB ataupun PCI card.

4. Antena

Antena WLAN
Source: Sea Banggood

Antena merupakan perangkat eksternal yang digunakan untuk memperkuat sinyal. Perangkat ini juga termasuk dalam komponen jaringan WLAN yang besipat opsional, kita bisa menggunakannya atau tidak. Antena ini bisa kita rakit sendiri dan kita bisa disesuaikan penempatannya.

Baca juga: Apa itu sketchup?? Pengertian, Sejarah, Fungsi, DLL

Terimakasih sudah membaca semoga dengan yang sedikit ini bisa menambah wawasan keilmuan kita,
wasalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: