Doa-doa meminta pertolongan agar diberi kemudahan dalam urusan

Doa Agar Diberi Kemudahan – Semua orang pasti merasakan kesusahan, kesengsaraan, kesulitan, atau kita sedang terkena kebangkrutan, ditimpa penyakit berat, dizholimi, dan masalah liainnya. Maka dari itu kita sangat membutuhkan pertolongan, dan sebenar-benar pertolongan itu dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya mengajarkan kepada kita permohonan atau doa agar diberi kemudahan di setiap cobaan yang kita hadapi. Tentunya ketika kita ber-doa meminta pertolongan-Nya kita juga harus bersabar dan tetap dalam usaha-usaha kita.

Doa Pertama

doa agar diberi kemudahan

Allahuma lã sahla illa mã ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna idzã syi’ta sahla

“Ya Allah, tiada suatu kemudahan kecuali Engkau jadikan mudah, dan Engkau yang menjadikan kesedihan (kesulitan), apabila Engkau menghendaki pasti akan menjadi mudah”

doa tersebut disampaikan dari Anas bin Malik, bahawa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah mengajarkan kita doa bagi orang yang sedang mengalami kesulitan dan doa meminta kepada Allah subhanahu wata’ala agar dimudahkan dalam segala urusan, dan .

Hadist ini dimuat oleh Ibnu Hibban dalam shohihnya (3/255), Ibnu Abi Umar, dan Ibnu Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah’. Sanadnya shahih oleh tahqiq Syaikh Syu’aib Al-arnauth terhadap Shahih Ibnu Hiban.

Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kita sebuah ujian, cobaan, kesedihan dan lainnya supaya kita menjadi hambanya yang taat apakah ia akan bersukur atau bersabar. Allah juga memberikan suatu kemudahan di setiap ujiannya melalui lisan Rasullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Allah menyuruh kita untuk berdoa meminta agar diberi kemudahan, doa yang hanya kepada-Nya, dan jangan pernah sekali-kali meminta kemudahan kepada selainnya, karena kesedihan dan semua cobaan adalah dari Allah.

Fadilah Doa di Atas

  • Kemudahan-kemudahan hanya datang dari Allah subhanahu wata ‘ala, meskipun menurut kita itu sulit, tapi bagi Allah itu adalah hal yang mudah jika ia menghendaki.
  • Senantiasa selalu menggantungkan diri dari Allah dalam segala kesusahan dan kesedihan, dan tidak bergantung kepada diri yang lemah. kepercayan diri kita untuk menghadapi suatu urusan sehingga melupakan Allah subhanahu wata ‘ala maka sesungguhnya urusannya itu akan semakin sulit.
  • Barang siapa yang bertawakal kepada Allah subhanahu wata ‘ala, maka Allah akan mempermudah urusannya. Dan doa ini pun merupakan salah satu bentuk tawakal kita kepada Allah.
  • Memang manusia punya kehendak, tapi kehendaknya itu akan terealisasikan dengan sempurna dan baik, apabila  Sang Khaliq yaitu Allah subhanahu wata ‘ala menghendakinya.
  • Senantiasa beriman kepada takdir yang Allah berikan, sehingga kita tidak terlarut-larut dalam kesedihan atas kesulitan yang ia hadapi. Kita juka harus bersikap husnudzhon terhadap Allah, dan meyakinkan kita bahwa segala kesedihan pasi ada hikmah kebaikan menyertainya.

Doa Kedua

doa meminta pertolongan kepada Allah

Rabbisyrohlī shodrī wa yassirlī amri wahlul ‘uqdatam millisanī yafqohū qoulī

“Ya Rabbku, lapangkanlah bagiku kelapangan dadaku, dan mudahkanlah bagiku kemudahan urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari ludahku, agar mereka mengerti perkataanku”

Doa di atas merupakan doa dalam Al-Quran surat Toha ayat 25-28 yang dipanjatkan oleh Nabi Musa. Waktu itu dimana Nabi Musa diberikan wahyu oleh Allah subhanahu wa ta’ala, memberi kabar dan menunjukkan kepada nabi Musa ‘alaihis salam bukti yang nyata.

Lalu dalam surat Thaha ayat 24, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada nabi Musa untuk pergi menghadap Raja Firaun dan mendakwahinya. Raja Firaun telah melampaui batas dalam kekafiran, ia berbuat kerusakan, ia menindas orang-orang yang lemah dan ia benar-benar telah menunjukkan kesombongan yang nyata di bumi Allah.

Ia juga mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan semesta alam yang pantas untuk disembah, dan tidak ada yang mampu menghalanginya –semoga Allah melaknatinya.

Alahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,

Maha besar Allah, dialah Rabb yang maha Pengampun, sampai-sampai Firaun pun Allah subhanahu wata’ala tidak langsung membinasakannya akan tetapi Dia mengutus nabi Musa ‘alaihi salam untuk mendakwahinya.

Nabi Musa tahu bahwa dirinya diutus dengan membawa tugas yang berat, untuk mendakwahi Raja Firaun, dimana waktu itu tidak ada satu orang pun yang menentangnya. Nabi Musa tetap mengemban perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

Untuk meneguhkan hatinya ia juga senantiasa memohon pertolongan Allah agar senantiasa dilapangkan hatinya, dan memudahkan segala urusannya, lalu ia membaca doa ini.

Doa ketiga

Doa meminta rahmat dan petunjuk dalam segala urusan

Rabbanā ãtinā milladunkarahmatata wahayyi lanā min amrinā rasyadā

“Wahai Rabb kami berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”

Doa ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 10, doa yang dipanjatkan oleh pemuda-pemuda ( Ashabul Kahfi ), ketika ini pemuda-pemuda ini berlindung di gua dari raja yang kejam.

Dalam keterangan menyebutkan mereka (Ashabul kahfi) memeluk agama Nabi Isa ‘alaihi salam, akan tetapi Ibnu Katsir Al-Hafidz rahimaullah merajihkan, bahawasnya pemuda Ashabul Kahfi itu hidup sebelum perkembangan agama Nashrani. Seandainya mereka itu tentunya para pendeta Yahudi tidak mnerangkan data tentang mereka.

Ketika kenabian Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alihi wa salam, orang Yahudi mengemukakan peristiwa ini (ashabul kahfi) kepada kaum Quraisy untuk menguji kenabian Rasulullah.

Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang pergi untuk menyelamatkan keimanan mereka ke sebuah gua yang berada di gunung. Mereka menyelamatkan diri  dari raja dan kaum mereka yang sudah terjerumus kedalam kesyirikan dan pengingkaran kepada hari kebangkitan.[1]

Ketika pemuda Ashabul Kahfi itu lari dari kaumnya ke gua, sebagai bukti usaha mereka untuk menjauhi fitnah, mereka juga senantiasa tunduk dan memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan doa seperti di atas.

Syaikh As-Sa’di rahimahullah, menerangkan bahawasanya doa harus dibarengi dengan usaha sebagai mana para pemuda Ashabul Kahfi.[2] Keduanya tidak dapat dipisahkan dan diantara para ulama mengatakan tentang hubungan Usaha dan Doa:

“USAHA tanpa dibatengi dengan DOA adalah KESOMBONGAN, sedangkan DOA tanpa dibarengi USAHA adalah KEBOHONGAN.”

Doa Keempat

doa agar diberi kemudahan dalam urusan

Yā hayyu yā qoyyūm birahmatika astaghītsu

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang berdiri sendiri, hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan”

Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam mendapatkan masalah yang berat, beliau membaca doa diatas.[3] Nama ini sangat agung sehingga dalam hadis lain disebutkan doa yang disebuatkan nama Al-Hayyu Al-Qayyum, maka Doanya akan dikabulkan, jika ia meminta maka Allah akan berikan.[4]

Doa Kelima

doa agar diberi kemudahan

“Robbanā lā tuā khidznā innasīnā au akhtho’na, robbanā walā tahmil ‘alainā ishran kamā hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanaabih, wa’ fuannaa waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘alal qaumilkaafiriin”.

“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami apabila kami lupa atau kami salah. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan (beban yang berat) kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup bagi kami untuk memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah adalah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Semoga doa-doa diatas bisa kita amalkan dan juga kita tidak lupa setelah kita meminta kemudahaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kita juga harus menyertainya dengan usaha yang maksimal.

Baca Juga:

Doa Sebelum/Sesudah Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah

Doa Naik Kendaraan Sesuai Tuntunan Rasulullah



[1] Tafsir Al-Quranul Adzhim, Ibnu Katsir (5/145)

[2] Tafsirul Karimir Rahman, (hlm. 471)

[3] H.R Tirmidzi no 3524, Abu Thahir mengatakan hadits ini Shahih.

[4] H.R Abu Dawud no 1495 dan An-nasa’i no 1301, Abu Thahir Al-Hafidz mengatakan sanad hadits ini Shahih.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: