Pengertian, Fungsi, dan Jenis Jenis Sensor Proximity

Sensor Proximity – Dalam bahasa indonesia proximity memiliki arti kedekatan yang mana sensor ini sering kita jumpai pada dan sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan, kedekatan, posisi, atau perhitungan pada mesin otomatis dan manufaktur.

Contoh alat yang menggunakan sensor ini terdapat pada mesin produksi, mesin percetakan, mesin kemasan, mesin pengolah makanan, dan mesin-mesin lainnya.

Disini saya akan membahas tentang pengertian, fungsi, jenis-jenis Sensor Proximity.

Pengertian Sensor Proximity

Pengertian sensor jarak/kedekatan
source: Google

Sensor Proximity adalah perangkat/alat yang mampu mendeteksi informasi gerak dan keberadaan pada suatu objek dan menjadikan sinyal listrik tanpa kontak lansung dengan fisik.

Sensor ini menggunakan medan elektromagnetik dan sinar radiasi elektromagnetik (infra merah) yang dipancarkan sehingga menghasilkan perubahan medan atau sinyal balik.

Sensor Proximity menggunakan bagian mekanik atau bagian-bagian yang bergerak untuk mencari dan mendeteksi keberadaan sebuah objek.

Sensor Proximity atau disebut juga sensor jarak merupakan perangkat yang sangat dibutuhkan untuk tempat-tempat berbahaya.

Seiring dengan kemauan teknologi sonsor ini sudah banyak dikembangkan dan diperbaharui sehingga mempermudah pekerjaan manusia dalam kegunaannya. Bahkan hampir di semua jenis smartphone sudah menggunakan sensor ini.

Desain sensor proximiti juga dapat didasarkan pada sejumlah prinsip operasi, diantaranya: Eddy-current loss, Variable reluctance, Saturated core, dan Hall effect.

Pada setiap prinsip operasi, pada setiap jenis sensor akan memiliki tikatan kinerja yang berbeda-beda dalam merasakan atau mendeteksi berbagai jenis objek.

Fungsi Sensor Proximity

fungsi sensor jarak/kedekatan pada smartphone
Source: Google

Seperti yang sudah disinggung di atas, fungsi dari sensor proximiti adalah untuk mengukur atau mendeteksi jarak, keberadaan, atau posisi pada sebuah benda atau objek.

Adapun fungsi Sensor Proximiti pada smartphone seperti ketika kita menerima atau melakukan panggilan lalu mendekatkan ke telinga, maka secara otomatis memberikan sinyal untuk mematikan fungsi layar.

Setelah selesai dan kita menjauhkan dari telinga atau angguta tubuh lainnya maka secara otomatis layar akan kembali menyala.

Letak sensor proximiti pada smartphone biasanya berada di atas / kepala ponsel (kebanyakan disebelah kamera depan).

Jenis Jenis Sensor Proximity

jenis jenis sensor proximity
Source: Mechanical education

Dari berbagai macam alat/perangkat yang sudah ada yang menggunakan sensor proximiti ternyata memiliki berbagai jenis yaitu Sensor. Berikut 4 jenis sensor proximiti yang biasa digunakan, diantaranya:

1. Sensor Jarak Fotolistrik (Photoelectric Proximity Sensor)

Photoelectric Proximity Sensor
Source: Google

Photoelectric Proximity Sensor atau sensor jarak fotolistrik adalah jenis sensor yang mendeteksi kedekatan suatu objek yang menggunakan elemen fotolistrik.

Elemen fotolistrik terdiri dari pemancar (sumber cahaya) dan penerimanya, ada 3 macam diantaranya:

  1. Direct Reflection, sumber (pemancar) dan penerima menggunakan cahaya yang dipantulkan dari objek yang akan dideteksi, dan juga ditempatkan secara bersamaan.
  2. Refleksi dengan Reflektor, sumber (pemancar) dan penerima yang membutuhkan reflektor sehingga objek akan terdeteksi, dan disimpan secara bersamaan.
  3. Thru Beam, sumber (pemancar) dan penerima mendeteksi sebuah objek ketika ia mengganggu keduanya, dan ditempatkan secara terpisah.

2. Sensor Jarak Ultrasonik (Ultrasonic Proximity Sensor)

Ultrasonic Proximity Sensor
Source: Google

Ultrasonic Proximity Sensor atau sensor jarak ultrasonik adalah jenis sensor yang mendeteksi keberadaan suatu objek menggunakan radar atau sonar untuk menghasilkan gelombang frekuensi tinggi dan menganalisa gema yang diterima setelah dipantulkan.

Sensor jarak ultrasonik juga bisa menghitung waktu pengiriman sinyal dan penerimaan sinyal sehingga bisa menentukan kedekatan suatu objek.

Sensor ini sering digunakan pada proses otomatisasi pabrik dalam mendeteksi keberadaan dan mengukur jarak suatu objek.

3. Sensor Jarak Kapasitif (Capacitive Proximity Sensor)

Capacitive Proximity Sensor
Source: Google

Capacitive Proximity Sensor atau sensor jarak kapastif adalah jenis sensor yang mendeteksi keberadaan suatu objek yang menggunakan kapasitas pada gerakan, level fluida, komposisi kimia, dan level tekanan dan komposisi.

Dengan sensor jenis ini kita bisa mendeteksi bahan dielektrik rendah ataupun bahan dielektrik tinggi seperti kaca dan plastik, dan cairan.

Sensor ini mampu menangkap banyak bahan dari berbagai tingkatan melalui komposisi gelas, plastik, atau wadah lainnya.

Secara subtansial sensor ini sama seperti sensor induktif, adapun perbedaannya tedapat pada sensor induktif menghasilkan medan elektromagnetik sedangkan pada sonsor kapasitif ia menghasilkan medan elektrostatik.

Selain itu pada sensor kapasitif dapat digerakan oleh bahan-bahan konduktif maupun non-konduktif.

Elemen yang aktif pada sensor ini juga memiliki dua elektroda logam yang diposisikan sesuai dengan kapasitornya yang sama (terbuka).

Perinsip Kerja Sensor Jarak Kapasitif (Capacitive Proximity Sensor) sebagai berikut:

  1. Perubahan kapasitas yang bekerja apabila objek berada dalam dareah deteksinya (maks pada jarak 2 cm)
  2. Type pemasangan atau mountingnya, sensor ini memiliki dua macam yaitu Flush (dibenamkan dalam metal) dan non-Flush (memiliki jarak dengan benda-benda di sekitarnya).
  3. Medan elektrostatik yang mendeteksi keberadaan objek benda padat berupa logam ataupun non-logam.

4. Sensor Jarak Induktif (Inductive Proximity Sensor)

Inductive Proximity Sensor
Source: Google

Inductive Proximiti Sensor atau sensor jarak induktif adalah jenis sensor yang mendeteksi keberadaan suatu objek yang menggunakan pengindraan logam, inductive proximiti (IP) pada jarak 5 mm atau kurang dari 1 inch pendeteksian.

Induktif pada sensor proximiti merupakan perinsip listrik yang mana sebuah fenomena pada arus yang berfluktuasi yang disebut Induktansi. Ia memiliki komponen magenetik untuk mengindeksi gaya gerak listrik (ggl) pada objek sasarannya.

Sensor ini mendeteksi keberadaan logam besi dan non-ferro, serta menghitung pada logam dan aplikasi posisi.

Sensor ini juga sebagai pengganti sakelar mekanis yang sering digunakan karena mampu beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi dan lebih kuat.

Sensor Proximity Induktif terdiri dari beberapa komponen diantaranya: oscillator, coil, trigger circuit, dan an output.

Oscillator adalah rangkaian tunned kapasitif induktif yang menciptakan frekuensi radio.

Coil / inti ferit merupakan komponen untuk menghasilkan medan elektromagnetik dengan frekuensi tinggi, sehingga diproduksi secara umum pada sensor ini.

Adapun untuk Output dari sensor ini ada dua versi yaitu analog dan digital. Pada versi analog sensor dapat diaktifkan pada tegangan 0-10V DC atau 4-20 mA jarak pengukurannya bisa mencapai 5 cm.

Untuk versi digital sendiri biasanya digunakan pada sirkuit DC / AC, dan kebanyakan sensornya dikonfigurasikan dengan output “Normal Open” dan juga “Normal Closed”, sehingga versi digital ini sangat cocok untuk mendeteksi logam pada mesin dan perangkat otomatis lainnya.

Kelebihan Sensor Jarak Induktif (Inductive Proximity Sensor)

  • Memiliki keakuratan yang tinggi untuk teknologi lain.
  • Tingkat switching yang tinggi.
  • Mampu bekerja pada lingkungan yang keras.

Kekurangan Sensor Jarak Induktif (Inductive Proximity Sensor)

  • Objek yang dideteksi hanya untuk bahan logam.
  • Jangkauan operasi yang terbatas.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: