Disini saya akan memberikan contoh-contoh dari penulisan Pseudocode, dimana Pseudocode merupakan bagian dari algoritma yang bertujuan untuk memahami alur logika suatu program.
Pseudocode juga termasuk bagian dari pada algoritma, dimana ada tiga algoritma yang biasa digunakan oleh penggunanya yaitu natural, pseudocode, dan flowchart.
Semoga artikel ini bermanfaat, 😉😉😉
Contents
- 1 Pengertian Pseudocode
- 2 Fungsi dan Tujuan Pseudocode
- 3 Ciri-ciri Pseudocode
- 4 Struktur Pseudocode
- 5 Contoh-contoh Algoritma Pseudocode
- 5.1 Contoh pseudocode menghitung luas Trapesium
- 5.2 Contoh pseudocode menghitung Luas Persegi Panjang
- 5.3 Contoh pseudocode menghitung Luas Segitiga
- 5.4 Contoh pseudocode menghitung sebuah Lingkaran
- 5.5 Contoh Pseudocode untuk menginput tiga buah bilangan
- 5.6 Contoh Pseudocode untuk mengubah satuan waktu
- 5.7 Contoh Pseudocode untuk menentukan bilangan ganjil dan genap
- 5.8 Contoh Pseudocode bentuk percabangan
- 5.9 Contoh Pseudocode menghitung bilangan prima dan bukan
- 5.10 Contoh Pseudocode dalam menghitung nilai
- 5.11 Contoh Pseudocode untuk menampilkan 4 menu
- 5.12 Menyukai ini:
Pengertian Pseudocode
Pseudocode adalah deskripsi tingkat tinggi informal serta ringkasan algoritma pemrograman komputer menggunakan konveksi struktural dalam bahasa pemrograman, dan juga ditampilkan supaya dibaca oleh manusia dan bukan untuk mesin.
Pseudocode juga merupakan kode yang mirip dengan pemrograman sebenarnya, karena Pseudocode merupakan gabungan dari kata Pseudo yang artinya imitasi, menyerupai, atau mirip, dan code berarti kode bahasa dari pemrograman.
dan juga tidak memiliki aturan baku dalam penulisannya, dan bahasa yang digunakan berbasis pada bahasa pemrograman seperti Pascal, C++, Basic, dan lainnya.
Fungsi dan Tujuan Pseudocode
- Mempermudah penggunanya dalam memahami dan memperjelas cara menyelesaikan suatu masalah.
- sebagai alat dokumentasi.
- Membantu penggunanya dalam menuliskan suatu algoritma yang dibuatnya.
- Mudah karena tidak bergantung pada suatu sistem tertentu dan juga sapek dari Pseudocode termasuk ringkas, dan itulah yang merupakan perinsip utama dari algoritma
Ciri-ciri Pseudocode
- Pseudocode merupakan sebuah tanda/notasi/kode yang mirip, dan juga merupakan penjelasan untuk cara penyelesaian suatu masalah.
- Pseudocode juga sering digunakan para penggunanya untuk menuliskan suatu algoritma dari suatu permasalahan.
- Pseudocode berisi step-step (langkah-langkah) untuk menyelesaikan suatu masalah (seperti halnya algoritma), akan tetapi bentuk dari masalahnya itu sedikit berbeda dari algoritma.
- Pseudocode tidak memiliki aturan baku yang mengikat penggunanya.
- Pseudocode merupakan bahasa yang mirip dengan bahasa pemrograman, akan tetapi Pseudocode menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal, dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.
Struktur Pseudocode
Ada 3 struktur yang membentuk sebuah Pseudocode yaitu:
- Judul (berisi judul algoritma)
- Deskripsi (berisi deklarasi variabel dan konstanta)
- Implementasi (berisi inti algoritma)
ke tiga struktur ini harus berurut mulai dari judul kemudian deskripsi yaitu isinya, dan inplementasi yang didalamnya meruapakn bagian inti dari algoritma itu.
baca juga: Macam Macam Diagram
Contoh-contoh Algoritma Pseudocode
berikut contoh-contoh Algoritma Pseudocode:
Contoh pseudocode menghitung luas Trapesium
kita tahu bahwasanya rumus keliling dari Trapesium adalah K = AB + BC + CD + AD sedangkan rumus luasnya adalah L = (AB + CD) x t / 2 . Misalkan pada gambar diatas diketahui:
AB = 10
BC = 6
CD = AD = 8
t = 7
Maka dalam penulisan Pseudocode sebagai berikut:
program hitung_luas_trapesiumdeklarasivar luas, ab, cd, t:integer;algoritma:ab <-- 10;cd <-- 8;t <-- 7;luas <-- 1/2 * ab * cd * t;write <-- luas ;
Kode diatasterdiri dari judul: program hitung_luas_trapesium, deklarasi: var luas, ab, cd, t:integer;, dan inti dari algoritma yaitu: ab <- 10; cd <- 8; t <- 7; luas <- 1/2 * ab * cd * t;.
Contoh pseudocode menghitung Luas Persegi Panjang
Dalam hal ini kita akan menghitung pseudocode dengan rumus persegi panjang , rumus luas persegi panjang adalah L = p x l sedangkan rumus kelilingnya adalah K = 2 x (p + l). Dalam Algoritma Pseudocode menghitung luas persegi panjang, maka panjang dan lebarnya diinput dan luasnya di tampilkan.
program hitung_luas_segi_panjangdeklarasivar panjang,lebar,luas:integer;algoritma:read(panjang);read(lebar);luas <-- panjang * lebar;write(luas);
Contoh pseudocode menghitung Luas Segitiga
Bagun datar segitiga memiliki rumus luas yaitu LΔABC = ½ . alas . tinggi , drngan luas ini kita bisa membuat algoritma pseudocode pada luas sigitiga, dan kita harus mengetahui tinggi dan alas segitiga tersebut.
sebagai contoh perhitungan luas segitiga yang akan kita buat menjadi algoritma pseudocode, diketahui suatu bagun datar segitiga memiliki alas = 10 dan tinggi 15, berapa luas segitiga itu??
maka dalam bahasa algoritma pseudocode adalah sebagai berikut:
program hitung_luas_segitigadeklarasivar luas,alas,tinggi:integer;algoritma:alas <-- 10;tinggi <-- 15;luas <-- 1/2 * alas * tinggiwrite(luas)
Contoh pseudocode menghitung sebuah Lingkaran
Rumus keliling dan luas lingkaran adalah L = π × d²/4 = π × r² , sedang kan untuk kelilingnya adalah K = π × d = 2 × π × r, untuk menghitung diameter lingkaran kita bisa menghitungnya dengan rumus D = 2 x r.
Untuk membuat Algoritma Pseudocode dalam menghitung luas lingkaran kita bisa menggunakan pendekatan bahasa pemrograman pascal, yaitu jari-jari lingkaran dimasukkan oleh penggunanya dan hasilnya dicetak. sebagai berikut:
program hitung_luas_lingkarandeklarasivar phi : float;var r,luas:integer;algoritma:phi <-- 3.14;read(r); {diinput user}luas <-- phi * r *r;write(luas);
Contoh Pseudocode untuk menginput tiga buah bilangan
Disini kita akan membuat pseudocode dengan menginput 3 bilangan dan menentukan bilangan terbesar, terkecil, dan rata-ratanya. berikut bentuk algoritma dalam Pseudocode:
If (A>B ; A>C) thenPrint “A paling besar”If (B>A ; B>C) thenPrint “B paling besar”ElsePrint “C terkecil”End if
- Jumlah = A + B + C
rata-rata = Jumlah / 3
Output rata-rata
Contoh Pseudocode untuk mengubah satuan waktu
Disini kita akan mengubah waktu (detik, menit, dan jam) dimana dari detik ke stuan jam, dan ke satuan menit. untuk membuat Algoritma Pseudocode kita bisa memasukkan detik, menit = 60 detik, jam = 3600 detik, tampilkan menit, dan tampilkan jam.
Penulisan Pseudocode sebagai berikut:
Read detikM = 60 sH = 3600 sOutput MOutput H
Contoh Pseudocode untuk menentukan bilangan ganjil dan genap
Sebelum kita membuat tulisan pseudocode, hal yang harus dilakukan adalah menginput sebuah bilangan, bagi bilangan yang tadi dimasukkan dengan angka dua, jika bilangannya menghasilkan sisa pembagian nol maka itu adalah genap, sedangkan jika bilangan tidak menghasilkan sisa pembagian 0 maka itu adalan bilangan ganjil.
berikut penulisan Pseudocode dalam menentukan bilangan genap dan ganjil:
Read BilanganIf bil mod 2 = 0 then,“Output Genap”Else“Output Ganjil”End if
Contoh Pseudocode bentuk percabangan
if kondisi thenpernyataanif kondisi 1 thenpernyataan 1elsepernyataan 2if kondisi 1 thenpernyataan 1else if kodisi 2 thenpernyataan 2else if kondisi n thenpernyataanelsepernyataan else
Contoh Pseudocode menghitung bilangan prima dan bukan
Kita tahu bahawa bilangan prima adalah bilangan yang habis dibagi satu dan bilangan yang angkanya lebih besar dari 28 tidak memiliki kelipatan.
DeklarasiUlang,Jumb,Sisa,Bilangan : IntergerHasil : StringDeskripsisiRead (Bilangan)For (ulang = 1 to ulang <=bil.step1)sisa if (sisa=0) THENjumB <-jumB+1Elsejumb2) THENHasil <-(“Bukan bil prima”)ElseHasil <-(“Bilangan Prima”)Write (Hasil)
Contoh Pseudocode dalam menghitung nilai
Ketika kita memiliki sebuah tabel dan merupaka sebuah daftar nilai untuk murid atau siswa, seperti:
| Nilai | Huruf | Ket |
| 86 - 100 | A | Lulus |
| 71 - 85 | B | Lulus |
| 61 - 70 | C | Lulus |
| 51 - 60 | D | Tidak Lulus |
| 0 - 50 | E | Tidak Lulus |
Input:
Nim
Nama
MataPelajaran
Nilai(0-100)
Output:
Nim
Nama
Matapelajaran
Nilaiangka(0-100)
NilaiHuruf(A-E)
Algoritma:
Nim : String
Nilai_angka : Interger
Nilai_huruf : real
Nama : String
Matapelajaran : String
Tulisan dalam Pseudocode:
Deskripsi:Read NimRead NamaRead NilaiIF Nilaiangka>= 0 AND Nilai_Angka<=50 THENNilaiHuruf <- ‘E’ ELSE IF NilaiAngka>=51 AND NilaiAngka <=60 THENNilaiHuruf <- ‘D’ ELSE IF NilaiAngka>=61 AND NilaiAngka <=70 THENNilaiHuruf <- ‘C’ ELSE IF NilaiAngka>=71 AND NilaiAngka <=60 THENNilaiHuruf <- ‘B’ ELSE IF NilaiAngka>=86 AND NilaiAngka <=60 THENNilaiHuruf <- ‘A’ END IF IF NilaiAngka>=61 AND NilaiAngka<=100 THENKet <- “LULUS” ELSE IF NilaiAngka>=0 AND NilaiAngka<=60 THENKet <- “TIDAK LULUS”END IFWRITE NIM
Empat menu ter diri dari: Persegi empat, Lingkaran, dan Balok, untuk penulisan pseudocode sebagai berikut:
DeskripsiWRITE (MENU)WRITE (1.PERSEGI EMPAT)WRITE (2.LINGKARAN)WRITE (3.BALOK)WRITE (4.KELUAR)WRITE (Masukan pilihan (1-4) : )READ (pilih)DEPEND ON pilihpilih =1 :WRITE (Masukan sisi persegi panjang : )READ (sisi)1. persegi <-sisi*sisiWRITE (luas persegiEmpat adalah : )WRITE (1_Persegi)pilih = 2 :WRITE (Masukan jari-jari : )READ (r)l_lingkaran <-Phi*(r*r)WRITE (L_lingkaran)pilih = 3 :WRITE (Masukan panjang Balok)READ (t)WRITE (volume Balok = )WRITE (Vol_Balok)pilih = 4 :WRITE (Terima kasih)OTHERWISEWRITE (Masukan salah,Ulangi Masukan)
Terimakasih, wasalamu’alaikum 😉😉😉





K mau nany dong. Klau misalnya kita ngejalanin lingkran tpi jari” nya gk diketahui itu gmna ya pseucode nya?
Pseudocode untuk lingkaran gak bisa nyari nilai jari-jari kak,,
Pseudocode yang dibuat sudah diperhitungkan sebelumnya.
.
Karena menggunakan bahasa pascal ada nilai untuk jari-jari.
Minta sarannya dalam penempatan kode adsense 1
Mesti muncul kayak gini
The widget settings in widget with id AdSense1 is not valid. An internal error occurred. Please try again.
Apakah blog saya masih bisa diperbaiki?
Coba widget di google adsense di hapus semua, trus buat lagi.
.
Sama coba juga thema blognya
diganti.
.
Trus di tempel lagi deh iklannya di blog kamu
Semoga membantu